Kudus, isknews.com – Upaya membuka lapangan kerja berbasis pendidikan nonformal terus dilakukan Rumah Sakit (RS) Mardi Rahayu Kudus.
Salah satunya melalui pelatihan Tenaga Pendamping Orang Sakit (NaPOS) yang kembali digelar untuk angkatan kelima, dengan melibatkan TP PKK Kabupaten Kudus.
Sebanyak 15 peserta mengikuti pelatihan yang dibuka secara seremonial di Gedung Filipi RS Mardi Rahayu, Senin (5/1/2025).
Program ini diberikan secara gratis selama satu bulan penuh, bahkan peserta mendapatkan uang transportasi sebesar Rp 30 ribu per hari.
Direktur Utama RS Mardi Rahayu, dr. Pujianto mengatakan, pelatihan NaPOS dirancang untuk mencetak tenaga pendamping orang sakit yang siap terjun ke dunia kerja, khususnya dalam pelayanan perawatan pasien di rumah atau home care.
“Melalui pelatihan ini, peserta dibekali kemampuan melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital kehidupan, memahami pemberian asupan makanan, minuman, dan obat, termasuk melalui selang atau sonde,” ujarnya.
Selain itu, peserta juga dilatih melakukan perawatan luka sederhana, pembersihan saluran napas menggunakan alat bantu, hingga memandikan pasien, termasuk bayi.
Tak hanya keterampilan teknis, etika dan sopan santun dalam merawat pasien juga menjadi perhatian utama.
“Peserta juga harus kompeten dalam mencuci pakaian yang terkontaminasi, mengangkat pasien, memobilisasi, serta melakukan alih baring dengan benar,” tambahnya.
Pelatihan NaPOS ini terbuka bagi pria maupun wanita berusia 20 hingga 50 tahun dengan pendidikan minimal SMP sederajat, yang telah lolos seleksi administrasi dan pemeriksaan fisik.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi teori sekaligus praktik langsung.
Tak berhenti pada pelatihan, RS Mardi Rahayu juga memberikan sejumlah fasilitas bagi peserta, mulai dari kepesertaan BPJS Kesehatan, BP Jamsostek, hingga rekomendasi dan penyaluran kerja di bawah layanan home care RS Mardi Rahayu.
Program ini diharapkan mampu membantu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat Kudus, sekaligus menjawab kebutuhan keluarga pasien yang memerlukan tenaga pendamping saat merawat anggota keluarga di rumah pasca rawat inap.
Para peserta ditargetkan siap bekerja pada Februari 2026. Masyarakat yang membutuhkan layanan Tenaga Pendamping Orang Sakit dapat menghubungi tim Home Care RS Mardi Rahayu di nomor 088806500777.
Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, Zumaroh (46), warga Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, mengaku mengikuti pelatihan NaPOS untuk menambah pengalaman sekaligus meningkatkan keterampilan kerja.
“Saya ibu rumah tangga, anak ada empat. Suami petani. Kalau nanti saya bisa kerja, anak-anak bisa dititipkan ke suami,” ungkapnya.
Zumaroh mengaku mengetahui informasi pelatihan NaPOS dari PKK Desa Sidorekso. Pengalamannya sebagai kader posyandu membuatnya tertarik untuk mendalami bidang pendampingan orang sakit secara profesional.
“Kalau pengalaman kesehatan secara profesional belum ada, tapi pernah merawat orangtua saat sakit. Harapannya ikut pelatihan ini bisa nambah ilmu dan membantu ekonomi keluarga,” pungkasnya. (YM/YM)







