Kudus, isknews.com – Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus mulai mendorong pemanfaatan energi ramah lingkungan dengan menghadirkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di area rumah sakit. Langkah ini menjadi bagian dari upaya merespons kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sekaligus mendorong penggunaan energi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
SPKLU tersebut ditempatkan di gedung parkir baru RS Mardi Rahayu dan dapat dimanfaatkan masyarakat umum yang memiliki kendaraan listrik. Fasilitas ini menjadi SPKLU pertama yang berada di lingkungan rumah sakit di Kota Kretek dan sekitarnya.
Direktur Utama RS Mardi Rahayu, Pujianto, mengatakan penyediaan SPKLU merupakan bentuk komitmen rumah sakit dalam mendukung transisi energi bersih di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian, termasuk dampak krisis geopolitik yang turut memicu kenaikan harga BBM.
“Kenaikan harga BBM yang terus terjadi memberikan tekanan terhadap berbagai sektor, termasuk pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, kami memandang penting untuk mulai beralih ke sumber energi lain yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujar Pujianto, Selasa (21/4/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan SPKLU di lingkungan rumah sakit diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap infrastruktur kendaraan listrik sekaligus mempercepat adopsi kendaraan listrik di wilayah Kudus dan sekitarnya.
“SPKLU ini bisa dipakai oleh masyarakat Kudus yang memiliki mobil listrik,” jelasnya.
Pujianto menambahkan, penyediaan fasilitas tersebut juga merupakan bagian dari pengembangan konsep green energy di RS Mardi Rahayu. Menurutnya, rumah sakit tidak hanya berperan sebagai tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan.
“Pengadaan SPKLU ini bagian dari upaya kami mengembangkan konsep energi hijau. Kami ingin rumah sakit tidak hanya menjadi tempat penyembuhan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi terhadap tantangan global, termasuk isu perubahan iklim dan ketahanan energi,” imbuhnya.
Selain menghadirkan SPKLU, RS Mardi Rahayu juga memperkuat layanan medis dengan menambah empat unit ventilator tipe Hamilton C3 Standard Neo to Adult. Penambahan alat kesehatan tersebut merupakan hasil kolaborasi tripartit antara PT Djarum, Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta dan RS Mardi Rahayu.
General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, mengatakan bantuan ventilator tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan.
“Bantuan ini diharapkan meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Kudus dan sekitarnya,” kata Budiharto.
Ia menambahkan, dukungan alat kesehatan juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam membantu rumah sakit meningkatkan mutu pelayanan medis.
Kolaborasi tersebut sekaligus memperkuat peran RS Mardi Rahayu sebagai Rumah Sakit Pendidikan Satelit bagi mahasiswa Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran UKDW.
Sementara itu, Pujianto menjelaskan ventilator merupakan alat medis penting yang digunakan di ruang perawatan intensif. Alat ini berfungsi membantu atau menggantikan kerja pernapasan pasien yang mengalami gangguan pernapasan.
“Dengan adanya tambahan ventilator ini, diharapkan dapat meningkatkan peluang keselamatan bagi pasien yang membutuhkan bantuan napas,” pungkasnya. (YM/YM)








