RSUD dr. Loekmono Hadi Tambah Fasilitas Strategis, Gedung Fressia dan IGD–PONEK Resmi Beroperasi

oleh -309 Dilihat
Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris saat mengunjungi pasien yang dirawat di RSUD, setelah peresmian. (Foto: YM/YM)

Kudus, isknews.com – RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus resmi menambah fasilitas strategis layanan kesehatan dengan meresmikan Gedung Fressia serta Gedung IGD dan PONEK, Selasa (hari ini).

Peresmian dilakukan oleh Bupati Kudus bersama Wakil Bupati Kudus sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Kudus dalam memperkuat kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

Peresmian tersebut menandai peningkatan signifikan kapasitas dan mutu layanan rumah sakit daerah, khususnya dalam penanganan penyakit prioritas seperti stroke dan kanker, serta layanan kegawatdaruratan yang membutuhkan respons cepat dan terintegrasi.

Plt Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, dr. Mustiko Wibowo, menyampaikan bahwa pengembangan fasilitas ini merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat yang terus meningkat.

Pengembangan Gedung Fressia dan renovasi serta perluasan IGD dan PONEK ini kami lakukan untuk meningkatkan kapasitas layanan, mutu pelayanan, sekaligus kenyamanan pasien, terutama untuk layanan saraf, onkologi, dan kegawatdaruratan,” ujarnya.

Gedung Fressia dibangun dengan nilai kontrak sebesar Rp 44.624.778.700 yang bersumber dari Dana Cukai.

Gedung ini terdiri dari lima lantai, dengan lantai satu dan dua difungsikan sebagai area parkir sepeda motor.

Lantai tiga digunakan untuk Poliklinik Saraf Komprehensif yang melayani stroke, onkologi, dan fisioterapi.

Sementara itu, lantai empat dan lima difungsikan sebagai ruang rawat inap khusus pasien stroke dan kanker dengan kapasitas total 40 tempat tidur.

Dengan konsep layanan terpadu dalam satu gedung, pasien dapat memperoleh layanan mulai dari pemeriksaan, terapi hingga perawatan lanjutan secara lebih efektif dan efisien,” jelas dr. Mustiko Wibowo.

Selain Gedung Fressia, RSUD dr. Loekmono Hadi juga meresmikan Gedung IGD dan PONEK yang dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nilai kontrak sebesar Rp 6.860.535.200.

Gedung dua lantai ini dirancang untuk memperkuat layanan kegawatdaruratan dan mendukung operasional rumah sakit.

Pada lantai satu difungsikan sebagai IGD terpadu dengan kapasitas 35 tempat tidur, dilengkapi ruang KDRT dan jiwa, ruang SPGDT, serta ruang isolasi.

Sedangkan lantai dua digunakan sebagai ruang perkantoran guna menunjang operasional layanan.

Melalui renovasi dan perluasan ini, kapasitas serta kenyamanan layanan kegawatdaruratan meningkat, sehingga penanganan pasien dapat dilakukan lebih cepat, komprehensif, dan sesuai standar pelayanan rumah sakit,” katanya.

Dalam sambutannya, dr. Mustiko Wibowo menegaskan komitmen manajemen RSUD dr. Loekmono Hadi untuk terus melakukan peningkatan mutu layanan kesehatan secara berkelanjutan.

Dengan diresmikannya Gedung Fressia serta selesainya renovasi dan perluasan IGD dan PONEK, kami berharap masyarakat Kudus dan sekitarnya dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih optimal, cepat, dan nyaman,” tuturnya.

Ia menambahkan, pengembangan fasilitas tersebut diharapkan semakin memperkuat peran RSUD dr. Loekmono Hadi sebagai rumah sakit rujukan yang unggul, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ini bagian dari upaya kami untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin baik dan berkualitas bagi masyarakat,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :