Respons Sat-Set Tenaga Kesehatan Diapresiasi, Pemkab Kudus Perkuat Kesiapsiagaan Pascabencana

oleh -808 Dilihat
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris saat memimpin apel dan menyerahkan sertifikat apresiasi kepada tenaga kesehatan di halaman Puskesmas Rendeng, Kamis (12/2/2026). (Foto: Najib/isknews.com)

Kudus, isknews.com – Pemerintah Kabupaten Kudus menjadikan rangkaian bencana alam akhir 2025 hingga awal 2026 sebagai momentum evaluasi besar dalam sistem layanan kesehatan. Hal itu ditegaskan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris saat memimpin apel dan menyerahkan sertifikat apresiasi kepada tenaga kesehatan di halaman Puskesmas Rendeng, Kamis (12/2/2026).

Apresiasi diberikan kepada rumah sakit, driver ambulans, dokter, bidan, hingga tenaga paramedis yang dinilai menunjukkan respons cepat dan koordinasi solid saat Kudus dilanda bencana alam pada Desember 2025 hingga Januari 2026. Termasuk dalam penanganan insiden keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sam’ani menilai, kecepatan dan ketepatan langkah tenaga kesehatan di lapangan menjadi faktor krusial dalam menekan dampak yang dirasakan masyarakat. Sinergi antarinstansi disebutnya berjalan efektif di tengah situasi darurat.

Terima kasih atas pengabdian dan dedikasi seluruh tenaga kesehatan. Apa yang dilakukan adalah bentuk pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama saat terjadi bencana. Respons cepat semua sangat membantu masyarakat,” ujar Sam’ani.

Ia menambahkan, setiap kejadian darurat harus dimaknai sebagai ujian sekaligus pembelajaran bersama untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan ke depan.

Saat terjadi bencana, ini adalah ujian bagi kita semua. Biasanya setelah melewati ujian, kita akan naik kelas. Artinya, kapasitas, koordinasi, dan kesiapsiagaan harus semakin baik dari sebelumnya,” tegasnya.

Ke depan, Pemkab Kudus berkomitmen memperkuat sistem layanan kesehatan melalui evaluasi menyeluruh, peningkatan koordinasi lintas sektor, serta kesiapan sumber daya manusia dan fasilitas kesehatan.

Kami akan terus melakukan evaluasi agar respons semakin cepat, tepat, dan terkoordinasi. Harapannya, setiap kondisi darurat dapat ditangani dengan lebih sigap demi keselamatan masyarakat,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, dr. Abdul Hakam, saat memberikan penghargaan atas respons cepat dalam penanganan bencana dan kejadian luar biasa (Foto: Najib/isknews.com

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, dr. Abdul Hakam, menyampaikan bahwa sekitar 30 tenaga medis dan fasilitas kesehatan menerima penghargaan atas respons cepat dalam penanganan bencana dan kejadian luar biasa.

Menurutnya, apresiasi tersebut tidak sekadar bentuk penghormatan, tetapi juga sarana memperkuat kembali konsolidasi dan komunikasi antar fasilitas layanan kesehatan, baik milik pemerintah daerah maupun swasta.

Kasus kemarin akan jadi pembelajaran bagi kita semua bagaimana begitu kompak dan sat set dalam penanganan, baik itu kejadian bencana alam maupun keracunan MBG,” tuturnya.

Ia berharap, kekompakan dan komunikasi yang telah terbangun dapat terus dijaga demi mewujudkan derajat kesehatan masyarakat Kudus yang lebih baik dan sistem layanan kesehatan yang semakin tangguh menghadapi situasi darurat. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.