Sam’ani: Forum Bisnis Jateng Jadi Ajang Kudus Jaring Investor Baru

oleh -354 Dilihat
Foto: Diskominfo Kudus

JAKARTA, ISKNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Kudus memanfaatkan forum bisnis tingkat Jawa Tengah untuk memperluas jejaring dengan dunia usaha sekaligus menjaring calon investor baru. Upaya tersebut dilakukan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris saat menghadiri Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Sam’ani hadir bersama Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton dalam forum yang mempertemukan pemerintah daerah, pemilik proyek, dan calon investor tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi Kudus untuk mengenalkan berbagai potensi daerah kepada pelaku usaha dan membuka peluang kerja sama investasi.

CJIBF 2026 mengangkat tema “Accelerating Investment Growth in Central Java through Sustainable Development and Regional Competitiveness”. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang business matching untuk mempertemukan proyek-proyek potensial dengan investor yang berminat menanamkan modal di Jawa Tengah.

Pada gelaran tahun ini, terdapat 19 proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO) yang ditawarkan kepada investor. Total nilai proyek yang masuk dalam daftar tersebut mencapai sekitar Rp14,9 triliun.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, kehadiran Pemkab Kudus dalam forum tersebut merupakan bagian dari strategi memperluas koneksi dengan sektor swasta. Potensi yang dimiliki Kudus dinilai perlu terus diperkenalkan agar semakin banyak pelaku usaha yang tertarik menjalin kerja sama.

“Kami ingin investasi di Kudus terus berkembang dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat. Investasi yang masuk diharapkan mampu membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi, meningkatkan daya saing daerah, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Sam’ani.

Ia menambahkan, upaya menarik investor harus dibarengi dengan penciptaan iklim usaha yang kondusif. Pemerintah daerah, lanjutnya, perlu memberikan pelayanan yang baik, kemudahan dalam proses investasi, kepastian, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kita terus membuka ruang kolaborasi. Potensi yang dimiliki Kudus harus dikembangkan dengan investasi yang sehat dan berkelanjutan, sehingga memberikan dampak positif bagi daerah,” lanjutnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa CJIBF menjadi sarana untuk mempertemukan langsung pemilik proyek dengan calon investor. Menurutnya, investasi memiliki posisi penting dalam menggerakkan roda perekonomian sekaligus menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat.

“CJIBF ini menjadi momentum untuk mempertemukan pemilik proyek dengan calon investor. Kami ingin investasi di Jawa Tengah terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan perekonomian,” kata Ahmad Luthfi.

Dari pemerintah pusat, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Ichsan Zulkarnaen menyebut investasi masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional. Hal tersebut dinilai semakin penting di tengah situasi perekonomian global yang masih menghadapi berbagai ketidakpastian.

Ia menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 tercatat sebesar 5,29 persen. Sementara realisasi investasi nasional hingga semester I 2026 telah mencapai sekitar Rp1.010 triliun atau tumbuh sekitar 7,1–7,2 persen.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengejar target investasi nasional sebesar Rp1.200 triliun sepanjang 2026. Ichsan menilai pertumbuhan investasi menunjukkan sektor tersebut masih memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian nasional.

“Di tengah kondisi ekonomi global yang sedang penuh ketidakpastian, investasi kita masih tumbuh cukup cepat. Ini menunjukkan bahwa investasi betul-betul menjadi salah satu motor penggerak perekonomian Indonesia,” ungkap Ichsan.

Selain itu, pemerintah pusat tengah mempersiapkan Rancangan Umum Penanaman Modal (RUPM) yang nantinya menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dalam menentukan arah kebijakan investasi. Dokumen tersebut diproyeksikan menjadi acuan hingga 2045 setelah proses penetapan dan regulasi turunannya rampung.

Kepala DPMPTSP Jawa Tengah Sakina Rosellasari menjelaskan, seluruh proyek yang ditawarkan melalui CJIBF telah melewati tahapan kurasi. Proses tersebut dilakukan agar proyek yang dipromosikan dapat lebih mudah dipertemukan dengan calon investor yang sesuai.

“Kami terus melakukan pendekatan kepada calon investor dan mempertemukan mereka dengan pemilik proyek. Harapannya, kepeminatan yang muncul dalam forum ini dapat berlanjut menjadi realisasi investasi di Jawa Tengah,” jelas Sakina.

Melalui keikutsertaan dalam CJIBF 2026, Pemkab Kudus berharap semakin banyak peluang kerja sama investasi yang dapat dikembangkan sesuai potensi daerah. Masuknya investasi diharapkan tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan, memperkuat pelaku usaha lokal, dan mendukung pembangunan Kudus secara berkelanjutan. (AS/YM)