Kudus, ISKNEWS.COM – Sistem Pelayanan Haemodialisa Terintegrasi (Si Pena Hati) baru saja dilaunching di RSUD dr.Loekmonohadi Kudus, Sabtu (3/11/2018).
Si Pena Hati merupakan upaya kami dalam menjaga kesehatan ginjal yang bermanfaat bagi masyarakat luas. “Program ini memanfaatkan jejaring aktif dalam rangka optimalisasi kesehatan ginjal,” kata Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus Abdul Aziz Achyar kepada wartawan usai Launching.
Aziz mengatakan, Dalam menangani pasien gagal ginjal atau menjaga kesehatan ginjal, bisa melalui berbagai cara. Diantaranya yaitu upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif kesehatan ginjal.
Si Pena Hati merupakan terobosan Rumah Sakit dalam menangani tingginya angka gagal ginjal di Kudus. “Ada dua program unggulannya, yakni melalui Aksi dan aplikasi,” jelasnya
Dalam sistem pelayanan melalui Aksi, terdapat kegiatan edukasi pasien gagal ginjal, kelompok senam gagal ginjal, jemput pasien saat kondisi darurat, dan pengingat Gathering CLBK (Care, Love, and Be Helathy Kidney).
Sedangkan, sistem pelayanan melalui aplikasi reminder, yakni pasien akan diingatkan untuk kontrol, minum obat, HD rutin, Gathering CLBK, SMS support sistem, dan reminder kegiatan senam ginjal-ginjal.

Jumlah penderita gagal ginjal yang menjalani pengobatan di RSUD Loekmono Hadi, dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan.
Pada tahun 2016, terhitung ada 73 pasien gagal ginjal yang menjalnai rawat inap.
Pada tahun 2017, jumlahnya mengalami peningkatan menjadi 319 orang.
Sedangkan semester awal 2018 terdapat 318 pasien yang telah menjalani rawat inap.
Sementara pasien yang menjalani rawat jalan pada tahun 2016 terdapat 123 pasien.
Pada tahun 2017, terdapat 206 pasien yang menjalani rawat jalan. “Untuk tahun 2018 ini sampai pada bulan Juni sudah terdapat 150 pasien,” tuturnya.
Sedangkan pasien gagal ginjal yang menjalani haemodialisa di unit cuci darah pada tahun 2016 terdapat 3.505 pasien.
Sedangkan pada tahun berikutnya, terdapat 4.972 pasien yang menjalani hemodialisis.
“Untuk semester awal tahun ini yang sudah hemodialisa terdapat 3.514 pasien,” jelas Desi.
Sudah seharusnya kesehatan ginjal menjadi tanggung jawab bersama. Sebab tren angka pengidap gagal ginjal dari tahun ke tahun mengalami peningkatan
Harapannya, program yang dapat mengurangi angka pengidap gagal ginjal harus diciptakan. (AJ/YM)







