Rutan Kudus Gandeng APH Lakukan Penggeledahan dan Tes Urine Mendadak

oleh -179 Dilihat
Foto: Dok. Rutan Kudus.

Kudus, isknews.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kudus menggandeng aparat penegak hukum (APH) untuk melaksanakan penggeledahan mendadak dan tes urine di sejumlah blok hunian, Jumat (8/5/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat pengawasan serta memastikan lingkungan rutan tetap bersih dari handphone ilegal, narkoba, dan praktik penipuan.

Kegiatan diawali dengan apel pelaksanaan ikrar dan penguatan pengawasan pemasyarakatan yang berlangsung di Aula Rutan Kudus mulai pukul 09.00 hingga 10.30 WIB.

Penggeledahan dilakukan di beberapa kamar hunian, meliputi Blok Tahanan Kamar 9, Blok Narapidana Kamar 4 dan 6, serta Blok Wanita Kamar 7 dan 8. Dalam pelaksanaannya, petugas Rutan Kudus didampingi anggota Satresnarkoba Polres Kudus, Sat Tahti, Sabhara, Intel Polres Kudus, Polsek Kudus, hingga Koramil Kudus.

Karutan Kudus, Andi Rahmanto mengatakan, sinergi dengan aparat penegak hukum diperlukan untuk memperkuat pengawasan di lingkungan pemasyarakatan.

Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen bersama untuk menjaga Rutan Kudus tetap steril dari handphone ilegal, narkoba, maupun potensi gangguan keamanan lainnya,” ujarnya.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak semestinya berada di kamar hunian. Di blok wanita ditemukan dua peniti dan satu gelas.

Sementara di blok narapidana, petugas mengamankan empat sendok logam, dua alat cukur kumis, dua korek gas, satu kain, dua paku, dua kawat, satu karet gelang, serta satu garpu.

Adapun di blok tahanan ditemukan lima botol kaca, satu obeng, dua gunting, dua obat, satu jarum, 30 stik kayu, satu karet, dan dua tali.

Meski menemukan sejumlah barang hasil razia, petugas memastikan tidak ditemukan handphone ilegal, narkoba, maupun senjata tajam selama penggeledahan berlangsung.

Selain razia kamar hunian, kegiatan juga dilanjutkan dengan tes urine terhadap tujuh petugas Rutan Kudus dan 10 warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Hasil tes urine seluruh petugas dan warga binaan yang diperiksa dinyatakan negatif narkoba,” jelas Andi.

Ia menegaskan, pengawasan serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah antisipasi terhadap potensi pelanggaran di dalam rutan.

Menurutnya, Rutan Kudus berkomitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba maupun praktik penipuan.

Kami ingin memastikan fungsi rutan benar-benar sebagai tempat pembinaan, bukan tempat terjadinya tindak pelanggaran hukum,” pungkasnya. (AS/YM)