Rutan Kudus Hadirkan Pembinaan Humanis Lewat Kolaborasi Musik Bersama Pelajar

oleh -217 Dilihat
Kolaborasi musik antara warga binaan Rutan Kelas IIB Kudus dan siswa MTsN 1 Kudus menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembinaan yang humanis melalui seni. Kegiatan di Aula Rutan Kudus, Selasa (27/10/2026), ini juga bertujuan menumbuhkan kreativitas serta memperkuat kebersamaan dalam suasana yang aman dan kondusif. Foto: Dokumentasi Rutan Kudus

KUDUS, ISKNEWS.COM – Pendekatan humanis dalam pembinaan warga binaan terus dilakukan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kudus melalui kegiatan kolaborasi musik bersama siswa MTsN 1 Kudus. Bertempat di Aula Rutan Kudus, Selasa (27/10/2026), kegiatan tersebut menjadi sarana bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi diri sekaligus membangun interaksi positif melalui seni musik.

Kepala Rutan Kelas IIB Kudus, Andi Rahmanto, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengekspresikan minat dan bakat mereka. Menurutnya, kegiatan positif seperti ini penting untuk mendukung proses pembinaan di dalam rutan.

Ia menegaskan, pendekatan pembinaan yang humanis tetap harus berjalan seiring dengan penerapan pengamanan. Karena itu, petugas melakukan pengawasan secara langsung selama kegiatan berlangsung untuk memastikan situasi tetap terkendali.

“Kegiatan pembinaan seperti ini tetap kami kawal. Tugas kami memastikan kondisi aula dan seluruh peserta tetap aman, tertib, dan kondusif. Kami lakukan kontrol dan pemantauan langsung agar kegiatan positif ini bisa berjalan lancar,” ujar Andi.

Menurutnya, musik dapat menjadi media pembinaan yang membantu warga binaan menyalurkan energi dan kreativitas ke arah yang lebih bermanfaat. Selain memberikan ruang berekspresi, kegiatan bersama pelajar juga membuka kesempatan untuk membangun suasana kebersamaan dalam lingkungan pemasyarakatan.

Andi menambahkan, pelaksanaan kegiatan yang positif dan terarah turut mendukung upaya pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) di dalam rutan. Dengan memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk terlibat dalam aktivitas yang konstruktif, potensi gangguan diharapkan dapat ditekan.

“Dengan adanya kegiatan musik bersama seperti ini, warga binaan memiliki wadah untuk menyalurkan bakat secara positif. Ini juga merupakan langkah deteksi dini, karena dengan kegiatan positif, potensi gangguan kamtib bisa kita minimalisir,” jelasnya.

Kolaborasi musik tersebut berlangsung dalam suasana sederhana dan penuh kebersamaan. Warga binaan bersama siswa MTsN 1 Kudus mengikuti kegiatan hingga selesai, kemudian mengabadikan momen melalui foto bersama dengan petugas rutan.

Melalui kegiatan ini, Rutan Kudus berupaya memperkuat pembinaan kepribadian dengan pendekatan yang lebih humanis, sekaligus memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengembangkan kemampuan diri melalui kegiatan seni yang positif. (AS/YM)