Salah Sasaran Dikira Penculik, Orang Gila Warga Terban Kudus Dihajar Massa di Cendono

oleh -138 Dilihat
oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Maraknya kabar bohong atau hoax tentang penculikan anak membuat masyarakat resah. Termasuk warga Kudus yang beberapa hari terakhir khawatir dengan anak mereka.

Hal itu memicu kewaspadaan di masyarakat. Bahkan gara-gara info hoax tentang penculikan itu seorang warga Desa Terban, Kecamatan Jekulo yang bernama Sardi (50) menjadi korban amuk massa karena dikira penculik anak, Senin (22/10/2018).

Sardi dimetahui memiliki keterbelakangan mental sudah sejak lama. Menurut keterangan salah satu keluarga Sunarwan (36), Sardi sudah lebih daei 10 tahun memiliki ganggung jiwa.

Bahkan sempat pula Sardi menghilang selama dua bulan, sehingga pihak keluarga mengira sudah meninggal. Pihak keluarga bahkan sudah menggelar tahlilan, tapi pada bulan ketiga Sardi kembali lagi.

Dari info awal yang didapat ISKNEWS.COM, peristiwa amuk massa terhadap Sardi terjadi di pinggir Jalan Desa Cendono RT 2 RW 6, Kecamatan Dawe Kudus. Tepatnya berada di depan SD 5 Cendono.

Dari info yang didapat diketahui pada pukul 17.30 WIB Sardi bingung mencari arah tujuan pulang ke rumah dengan berjalan kaki. Ketika sampai di tekpat kejadian pengeroyokan Sardi didatangi sekelompok orang.

Saat itu Sardi ditanya identitas namun tidak bisa menunjukkan dan jawaban berbelit-belit. Warga yang bertanya kemudian tersulut emosi karena mengira itu asalah penculik anak, sehingga akhirnya Sardi diamuk dan dipukuli.

Akinatnya Sardi menderita luka memar di bagian muka, benjol di pelipis kiri, memar di bagian Iengan kiri dan kanan. Mendapat informasi adanya warga Desa Terban yang diamuk massa di Cendono, pihak keluarga bersama perangkat Desa Terban, Bhabinkamtibmas, Babinsa setempat menjemput Sardi yang diamankan di Polsek Dawe.

Hingga berita ini diturunkan kondisi Polsek Dawe masih dipadati warga yang penasaran atas info penculik anak tertangkap. (MK/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.