Sam’ani Intakoris Gagas Tabungan Pelajar untuk Penerima MBG

oleh -374 Dilihat
(Foto: Istimewa)

Kudus, isknews.com – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menegaskan bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kudus tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga membentuk budaya menabung sejak dini.

Melalui kebijakan baru yang disiapkan Pemkab Kudus, harapanya sisa uang saku/jajan yang tidak dibelanjakan karena menerima bantuan MBG akan diarahkan untuk menjadi tabungan bagi pelajar (SimPel) bagi siswa penerima manfaat.

“Kita ingin anak-anak penerima MBG juga belajar menabung. Jadi kalau ada sisa uang dari program tersebut, akan kita simpan dalam rekening Simpanan Pelajar. Mereka bisa punya tabungan masa depan,” ujar Sam’ani saat kunjungan kerja di Bali, Jumat (1/11/2025).

Menurutnya, kebijakan ini sejalan dengan semangat pendidikan karakter dan literasi keuangan di sekolah. Anak-anak diharapkan tidak hanya terbiasa mengelola makanan bergizi, tetapi juga mampu mengatur keuangan pribadi secara bertanggung jawab.

“Ini pendidikan jangka panjang. Kita ingin anak-anak belajar menyisihkan sebagian uangnya, supaya nanti kalau melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi, mereka sudah punya tabungan sendiri,” jelasnya.

Sam’ani menyebut, Pemkab Kudus akan segera menerbitkan surat edaran resmi kepada seluruh sekolah penerima MBG mulai 1 November 2025. Dalam edaran tersebut diatur teknis pembukaan rekening pelajar yang harus bekerja sama dengan bank-bank yang telah direkomendasikan dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Banknya bebas, yang penting sudah di-backup oleh OJK. Nanti berlaku untuk semua jenjang sekolah, mulai SD, SMP hingga SLTA,” katanya.

Lebih lanjut, ia juga meminta para kepala sekolah dan guru untuk ikut berperan aktif dalam mendampingi siswa agar program SimPel berjalan efektif.

“Bapak ibu guru nanti kita minta ikut mendampingi dan memberikan edukasi. Supaya anak-anak tidak hanya menerima manfaat MBG, tapi juga punya kebiasaan menabung untuk masa depan,” tambahnya.

Sam’ani menilai, dengan adanya integrasi antara program gizi dan edukasi finansial ini, MBG di Kudus akan memiliki nilai tambah yang lebih besar.

“Kita ingin MBG di Kudus punya dampak ganda. Anak-anak sehat dan cerdas, tapi juga mandiri secara finansial. Itu bekal mereka menghadapi masa depan,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :