Sampah Disulap Jadi Bahan Bernilai Ekonomis

oleh
Sampah Disulap Jadi Bahan Bernilai Ekonomis
Foto: Anggota PKK Kecamatan Kota menunjukkan hasil karya daur ulang sampah. (Istimewa)

Kudus, ISKNEWS.COM – Apa yang terlintas di pikiran ketika mendengat kata sampah? Kebanyakan menganggap adalah barang yang tidak ada gunanya lagi dan ujungnya dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Akan tetapi hal itu tak berlaku bagi ibu-ibu anggota Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK) kecamatan Kota. Bagi mereka sampah adalah uang. Barang yang kurang dilirik sebagian masyarakat itu disulap menjadi barang bernilai ekonomis.

Seperti yang terlihat dalam pameran produk daur ulang sampah di Rumah Dinas Camat Kota, Rabu (15/8/2018). Berbagai jenis barang hasil daur ulang tersedia seperti kotak tisu, lampu hias, tas, baju, dan berbagai souvenir lainnya. Bahkan ada pula karpet, kursi hingga meja bisa dibuat melalui bahan dasar sampah.

“Rata-rata bahan dasarnya 75 persen dari sampah dan 25 persen bahan penunjang,” kata Ketua PKK Kecamatan Kota Lilik Ngesti Widiasuryani kepada sejumlah awak media.

Sampah Disulap Jadi Bahan Bernilai Ekonomis
Foto: Anggota PKK Kecamatan Kota menunjukkan hasil karya daur ulang sampah. (Istimewa)

Lilik menyampaikan, selain menggelar pameran produk daur ulang sampah dalam rangka memperingati HUT RI ke-73, tujuan diadakan pameran ini juga sebagai langkah aktif pihaknya dalam mengkampanyekan Kudus bebas sampah 2020.

Pihaknya tergerak untuk melakukan langkah ini karena di Kecamatan Kota asalah wilayah penghasil sampah terbesar di Kota Kretek. “Kami berpikir bagaimana agar bisa mengurangi sampah di Kecamatan Kota dan membuat sampah menjadi manfaat,” paparnya.

25 kelompok PKK yang terlibat dalam kegiatan ini diharapkan juga mampu mengajak warga lain agar mengikuti langkahnya. Salah satu cara yang dinilai efektif adalah dengan membuat bank sampah.

“Adanya bank sampah di daerah masing-masing akan mendorong kesadaran masyarakat peduli dengan lingkungan,” tuturnya.

Disinggung terkait pemasaran barang, Lilik mengatakan, pihaknya memasarkan melalui pameran dan mempromosikan di media sosial. Selain itu juga dengan menggandeng komunitas dan karang taruna yang diharapkan mampu secara luas ikut mengenalkan produk daur ulang.

“Selama ini pembeli kita masih dari kalangan menengah ke bawah. Ke depan kita akan menyasar kalangan menengah atas dengan cara menggandeng para seniman agar lebih ada sentuhan artistik sehingga meningkatkan nilai jual,” tukas Lilik.

Sementara itu Camat Kora Catur Widiyatno memuji krativitas yang dilakukan anggota PKK Kecamatan Kota. Dia menilai ini merupakan sebuah terobosan yang bisa ditiru warga Kudus lain agar mampu mewujudkan Kudus bebas sampah 2020. (MK/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :