Sapi Ongole Milik Sukarno Lau Dawe Peroleh Juara 3 Kontes Sapi Se Jateng

oleh -278 Dilihat

Kudus, isknews.com – Meski bukan kawasan sentra peternakan sapi jenis ongole, Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kudus berhasil memperoleh juara III kontes ternak Jawa Tengah 2017 untuk komoditas Sapi Peranakan Ongole (PO) untuk kategori Induk.

Sapi ongole milik Sukarno, warga Desa Lau Kecamatan Dawe itu umurnya 2,5 tahun dengan berat 450 kilogram. Selain itu sudah pernah melahirkan satu kali. Setelah didaftarkan mengikuti kontes ternak Jawa Tengah 2017, kemudian diperiksa oleh tim dari Dinas Peternakan dan Keswan Jawa Tengah untuk melihat kelayakannya mengikuti kontes di tingkat Jawa Tengah.

Usai dinyatakan layak Sapi milik Sukarno kemudian diikutkan kontes yang digelar di Kompleks Perkantoran Terpadu Pemkab Boyolali selama dua hari, Selasa dan Rabu (3-4/10).

Kontes diikuti sebanyak 59 sapi nonperah dari 16 kabupaten/kota di Jawa Tengah (Jateng) pada kontes dalam berbagai kategori.

Kontes ternak diselenggarakan dalam kegiatan Gelar Potensi Peternakan Jawa Tengah tahun 2017, yang berlangsung di Kompleks Perkantoran Terpadu Pemkab Boyolali. Juri terdiri dari tiga orang yakni Dyah Maharani dari UGM, Muryanto dari BPTP Jawa Tengah dan Bambang Setiadi dari Komisi Bibit Kementerian Pertanian RI.

Kategori yang dilombakan ada 4 jenis, yaitu Pejantan, Calon Pejantan, Induk dan Calon Induk. Nah, Kabupaten Kudus yang diwakili Sukarno mengikuti kategori Induk meraih Juara III.

Sebagai pemenang pertama diraih peternak asal Kabupaten Boyolali bernama Widodo, dan urutan kedua Suhadi dari Rembang.

Menurut Catur Sulistiyanto Kadispertanpangan Kudus, Kemenangan ini luar biasa mengingat Kabupaten Kudus bukan wilayah sentra peternakan sapi jenis Ongole, “ lebih banyak peternak jenis simental dan limousin. Selain itu, Kudus dikenal sebagai daerah peternakan Kerbau. Sedangkan di kawasan Pantura Jateng sapi ongole selama ini berada di Rembang dan Blora,” ujarnya.

Dijelaskannya, agenda gelar potensi peternakan ini merupakan bagian upaya khusus percepatan populasi sapi dan kerbau bunting (upsus siwab) dan Jateng merupakan salahsatu penyangga program ini dan selama sembilan bulan pelaksanaan, posisinya selalu teratas di 34 Provinsi di Indonesia.

“ Nah, Kudus yang sudah ditetapkan sebagai salahsatu kawasan peternakan Kerbau juga berupaya untuk menjadi bagian percepatan populasi sapi. Terutama jenis lokal ongole,” katanya.

“ Untuk populasi Kerbau, kita sudah diakui di tingkat nasional. Sekarang kita mendapat pengakuan untuk jenis sapi induk tingkat Jawa Tengah,” ujar Catur Sulistiyanto yang langsung mendampingi peternak di lokasi acara, Rabu (04/10) siang.

Sidi Pramono, Kasie Produksi dan Keswan Bidang Peternakan Dispertanpangan Kudus, menambahkan bahwa sapi ongole yang meraih prestasi di provinsi Jawa Tengah itu merupakan juara I pada kontes indukan tingkat Kabupaten Kudus.

“ Malah pak Sukarno itu malah belum sempat memegang hadiah sebagai pemenang di Kudus loh. Sebab ada kabar dadakan untuk segera mengirimkan sapinya ke provinsi Jateng. Kita rapat dan putuskan sebagai pemenang tanggal 19 September, lalu tanggal 20-nya dikirim ke Boyolali di arena kontes ternak Jawa Tengah ,” cerita Sidi Pramono.

Atas prestasi ini, Sidi Pramono berharap bisa merangsang peternak di Kudus untuk mengembangkan sapi ongole. Sebab perawatan budidayanya lebih murah dan mudah. Hal ini juga sebagai upaya menjaga jumlah sapi ongole yang merupakan khas Jawa Tengah tidak punah.

“ Saat ini indukan Sapi ongole di Kudus hanya ada 50 ekor ,” tukasnya.

Sebagai gambaran, sebanyak 59 sapi non perah mengikuti kontes ternak yang berlangsung di Boyolali. Sapi-sapi unggulan tersebut berasal dari 19 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah yang berlomba dalam beberapa kategori. (YM)

 

 

KOMENTAR SEDULUR ISK :