Satu Abad Qudsiyyah, Mencoba Mengapresiasi Nguri-uri Tradisi Yang Dulu Pernah Ada Melalui Khotmil Qur’an dan Fida’ Qubro

oleh -1,433 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Sebanyak 700 peserta yang terdiri dari para asatidz (guru), santri, alumni madrasah Qudsiyyah, Kudus, malam ini (05/04) mengikuti Khotmil Qur’an 100 khataman serta 100.000 fida’ surat ikhlas yang bertempat di komplek makam Kangjeng Sunan Kudus.

Acara yang diselenggarakan oleh panitia “Satu Abad Qudsiyyah” ini sengaja memilih tempat komplek makam Sunan Kudus karena tema acara ini napak tilas “Membumikan GUSJIGANG Untuk Kemandirian Bangsa”.

“Khotmil Qur’an 100 khataman dan fida’akbar 100.000 surat ikhlas, merupakan rangkaian Napak tilas laku Kanjeng Sunan Kudus kan fokusnya memang di Menara, karena KHR. Asnawi yang merupakan pendiri Madrasah Qudsiyyah juga cucu Sunan Kudus makamnya ada di komplek makam Sunan Kudus sehingga bacaan Khotmil Qur’an, fida’, 100 ingkung kita fokuskan di komplek makam  Sunan Kudus, untuk bacaan Khotmil Qur’an diikuti 500 peserta dari para alumni, dan Fida’ Akbar diikuti 200 peserta dari para Asatidz dan santri Ma’had “, terang H. Ihsan selaku ketua panitia  Satu Abad Qudsiyyah kepadaisknews.com

Uniknya peserta dan panitia Khotmil Qur’an dan fida’ qubro ini diwajibkan untuk memakai iket, baju putih dan sarung batik.

“Mencoba mengapresiasi kembali dan nguri-uri tradisi yang dulu pernah ada, iket merupakan pakaian khas kasunanan, Koko putih kita sedang khataman, fida’an, pakaian putih ini merupakan simbul bersih, sarung batik sediri karena kudus khas batik sebenarnya, kegiatan seperti ini harapannya menjadi tradisi Kudus ala dulu yang kita hidupkan kita kembangkan terus”,ujarnya.

Seperi ikon Qudsiyyah ” “al-muhafadhotu‘ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah” tradisi yang selama ini bagus dan patut dipertahankan selalu kita pertahankan sambil selalu mengadopsi menerima perkembangan-perkembangan dinamika modern dan itu tidak bertentangan dengan salaf.

Selepas Khataman dan rangkaian acara selesai 700 peserta mengepung 100 Ingkung ayam bersama di halaman sebelah selatan menara. (GP/HKR-Sunt)

KOMENTAR SEDULUR ISK :