Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Seperti yang sudah diprediksikan sejak beberapa waktu lalu, krisis air bersih di Kabupaten Jepara semakin meluas. Awal September ini, setidaknya ada satu desa lagi yang mengalami krisis air bersih di Jepara. Satu desa tersebut yakni Desa Blimbingrejo Kecamatan Nalumsari.
Kasie Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Jamaludin mengungkapkan, pihaknya mendapatkan laporan dari Pemerintah Desa Blimbingrejo yang meminta droping air bersih, lantaran sumur warga banyak yang mengering. “Kita sudah menyanggupi, namun kita kirim dulu tandon airnya untuk menampung air sebelum disalurkan ke warga,” katanya, Senin (4/9/2017).
Jamal menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan lima tandon air berkapasitas lima ribu liter air yang akan dipinjamkan ke pihak desa. Itu disesuaikan dengan volume air yang didistribusikan melalui truk tangki. Soal penempatan tandon air nantinya akan diserahkan ke pihak desa. “Tandon yang kita pinjamkan disesuaikan dengan volume air yang didistribusikan truk,” imbuhnya.

Hingga kini, kata Jamaludin, pihaknya belum mengetahui dengan pasti warga yang terdampak krisis air bersih ini di Desa Blimbingrejo. Namun yang jelas, katanya, BPBD siap untuk melakukan droping air bersih ke warga. “Sementara ini kami belum mengetahui berapa warga yang kesulitan air bersih di Blimbingrejo. Tapi berapapun kami siap. Termasuk nanti berapa kali droping air bersih dilakukan dalam sepekan,” bebernya.
Jamaludin menambahkan, saat ini situasi di Blimbingrejo, sumur warga banyak yang mengering. Di desa itu, katanya, sebenarnya ada sumur pantek hasil bantuan salah satu perusahaan, tapi lokasinya terlalu jauh untuk semua warga desa. Sementara jaringan perpipannya belum merata karena keterbatasan anggaran di desa.
Seperti diketahui, sebelum di Desa Blimbingrejo, sebanyak tiga desa yang sudah lebih dulu mengalami krisis air bersih yakni Desa Kedung Malang dan Kalianyar Kecamatan Kedung, serta Desa Raguklampitan Kecamatan Batealit. Untuk Desa Kalianyar dan Kedung Malang, droping air dilakukan dua kali dalam sepekan. Sementara Raguklampitan tiga kali dalam sepekan. (ZA)
KOMENTAR SEDULUR ISK :










