Sebagian Besar Desa di Kudus Tetap Gelar Tes Seleksi Pengisian Perangkat

oleh
Hariyadi ketua Tim kerjasam LPPM Unsoed, sebagai pihak ketiga penyelenggara tes pengisian perangkat di Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Sejumlah Desa yang di isukan akan menunda proses seleksi pengisian perangkat, akibat imbas tertangkapnya Bupati Kudus nonaktif, HM Tamzil oleh Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), ternyata tidak banyak mempengaruhi proses seleksi pengisian perangkat desa di Kabupaten Kudus.

Dari pantauan media ini memang ada sejumlah meja kosong pada saat tryout persiapan tes yang akan dilaksanakan besok, namun jumlahnya tak begitu banyak, Kamis (31/07/2019).

Ketua tim kerjasama dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Univeraitas Jendral Soedirman, Hariyadi, sebagai pihak ketiga pelaksana tes berbasis CAT ini menegaskan bahwa memang nota kesepahaman yang dibuat oleh LPPM Unsoed beberapa waktu lalu dilakukan dengan Panitia Seleksi (Pansel) Desa. Sehingga tidak ada kaitannya dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus.

TRENDING :  Pemdes Prambatan Kidul Gelar Paket Murah Sembako
Sejumlah peserta tes pengisian perangkat di desa-desa di Kudus saat mengikuti tryout di GOR Bung Karno Kudus (Foto: YM)

Sementara untuk kerjasama yang dilakukan LPPM Unsoed dengan Pemkab Kudus bersifat menyeluruh. Dan lebih menekankan pada aspek pengabdian masyarakat.

“Untuk pengisian perangkat ini kemarin kami kan hanya diminta untuk membantu. Dan penandatanganan MoU-nya juga dengan Pansel Desa bukan Pemkab Kudus,” tegasnya.

Terkait berbagai isu yang mewarnai pengisian perangkat desa. Seperti adanya jual beli jabatan, bocornya soal ujian dan permohonan penundaan dari DPRD Kudus. LPPM Unsoed selaku pelaksana seleksi menepis semua itu.

Hariyadi mengklaim sampai saat ini soal seleksi pengisian perangkat masih rahasia. Bahkan dirinya sebagai ketua panitia pelaksanaan seleksipun tidak mengetahui bentuk dari soal tersebut.

TRENDING :  Hadapi Musim Hujan Warga Ngembal Kulon Melakukan Aksi Gertak PSN

“Kami pastikan hal tersebut tidak benar,” tandasnya.

Lalu untuk isu penundaan pengisian perangkat desa. Hariyadi mengatakan hingga kini pihaknya tidak menerima surat permohonan dari desa untuk melakukan penudaan pengisian perangkat.

“Jika memang dari desa meminta untuk ditunda, seharusnya mereka mengirimkan surat itu ke kami. Selama tidak ada surat tembusan, saya anggap itu hanya isu dan proses akan terus berjalan,” jelasnya.

Meskipun demikian, ia tak mempermasalahkan apabila di beberapa desa yang menghentikan pengisian perangkat desa, namun ikut dalam melaksanakan tes penjaringan pengisian perangkat desa.

“Untuk desa yang menghentikan tahapan tetap boleh ikut tes. Kita sebatas melaksanakan tes saja. Kalau pun ada desa yang tidak ikut itu bukan urusan kami,” ungkapnya.

TRENDING :  Pria Tanpa Identitas Tewas Gantung Diri Di Bawah Jembatan Kencing Jati Kudus

Direncanakan untuk tes penjaringan pada Kamis (1/8/2019) besok di GOR Wergu Kudus. Rencananya tes akan dimulai pukul 08.00 WIB dan dibagi dalam tujuh sesi tes penjaringan pengisian perangkat desa.

Dia memastikan proses ini akan terua berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Dengan jumlah peserta tryout hari ini, sebanyak 1.394 peserta dari 60 desa.

“Semuanya tetap akan kami proses sesuai prosedur yang telah kita sepakati. Hasilnya ini nanti akan kami kirim ke Pansel Desa. Soal diproses atau tidaknya hasil seleksi ini, terserah dari keputusan Pensel dan Pemerintah Desa. Penting kami telah menjalankan tugas sesuai kesepakatan,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :