Kudus, isknews.com – Alumni Universitas Negeri Semarang program studi (prodi) pendidikan ekonomi dan Mahasiswi Universitas Negeri Semarang Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa terpilih pada pemilihan duta bahasa Kudus. Keduanya yakni Raynaldy Abdillah Mahendra dan Fifi Lia Rumita.
Nama keduanya dipanggil pada pengumuman juara pertama pemilihan duta bahasa Kudus yang diselenggarakan di aula taman budaya sosrokartono Bae, Rabu, (17/5/2017).
Selain mendapatkan peringkat satu dan terpilih menjadi duta bahasa, keduanya mendapatkan hadiah uang tunai dan tropi. Masing-masing mendapatkan hadiah uang sebesar 500 ribu rupiah.
Untuk peringkat kedua, juri memilih Agung Subiakta dan Riska Feni Feranti. Sedangkan di peringkat ketiga, juri memilih Saifur Rohman dan Shafira Erviana.
Kasi Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Kudus, Giyono kepada isknews com mengatakan duta bahasa terpilih baik peringkat satu sampai tiga memilliki beban dan tanggungjawab untuk mempertahankan bahasa daerah dan bahasa Indonesia.
Dari sisi bahasa daerah, kata dia, para duta bahasa itu harus bisa memberikan contoh bagaimana menggunakan bahasa daerahnya. Sebab bahasa daerah termasuk budaya Indonesia yang harus di pertahankan di era globalisasi saat ini.
“Peran bahasa daerah di era globalisasi memang tidak tampak, tapi sebuah budaya itu yang utama.” kata Giyono usai pemilihan duta bahasa.
Selain mempertahankan bahasa daerah dengan berbagai cara, kata Giyono, duta bahasa terpilih itu minimal menggunakan bahasa daerahnya di lingkungan keluarga. “Penggunaan bahasa daerah di lingkungan keluarga itu benteng pertama untuk pertahankan bahasa daerah,” kata Giyono.
Dalam konteks bahasa indonesia, lanjut Giyono, duta bahasa harus menjadi ujung tombak dalam mempertahankan bahasa nasional sebagai alat komunikasi. Sebab Bahasa Indonesia mulai ditinggalkan dalam berkomunikasi sehari-hari.
“Ruang publik banyak dijejali bahasa asing. Makanya pelan-pelan diperbaiki, bahasa asing boleh dipakai tapi bukan yang utama. Bahasa utama kita, yaitu Bahasa Indonesia,” kata Giyono.
Giyono berharap, duta bahasa yang terpilih itu menjadi generasi muda yang peduli dan bangga memiliki Bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Selain itu, duta bahasa terpilih itu nantinya akan mengikuti kompetisi duta bahasa di tingkat nasional. (AJ)












