Seminar Estafet STEM Digelar YBPM Kudus, Pembelajaran Berkelanjutan dari PAUD hingga SMA Jadi Fokus

oleh -456 Dilihat
Narasumber Ernika Sondang Sugi Hastuti Sinaga, S.Pd. menyampaikan materi dalam Seminar Estafet STEAM Sekolah Masehi Kudus bertajuk "Dari Eksplorasi di PAUD Menuju Inovasi di SMA" di Aula Griya Kinasih Masehi Kudus, Selasa (7/7/2026). (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

KUDUS, ISKNEWS.com – Yayasan Bina Pelayanan Masehi (YBPM) Kudus menggelar Seminar Estafet STEAM bertajuk “Dari Eksplorasi di PAUD Menuju Inovasi di SMA” di Aula Griya Kinasih Masehi Kudus, Selasa (7/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah YBPM dalam memperkuat implementasi pembelajaran STEAM secara berkesinambungan di seluruh jenjang pendidikan yang berada di bawah naungan yayasan.

Direktur Pelaksana YBPM Kudus, Drs. Prawito, mengatakan seminar tersebut merupakan bagian dari rangkaian In House Training (IHT) yang dilaksanakan selama masa jeda sekolah. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi seluruh sumber daya manusia di lingkungan YBPM, baik tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan.

Menurutnya, sebelum seminar eksternal digelar, pihak yayasan telah menyelenggarakan pelatihan internal yang diikuti guru, karyawan, petugas keamanan, hingga tenaga pekarya. Pembekalan itu dilakukan agar seluruh unsur di lingkungan sekolah mampu memberikan pelayanan pendidikan yang semakin berkualitas.

“Hari ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan sekolah-sekolah di bawah Yayasan Bina Pelayanan Masehi. Pada masa jeda sekolah kami mengadakan IHT, baik internal maupun eksternal. Tidak hanya guru, tetapi juga karyawan, satpam, dan pekarya kami bekali agar semuanya menjadi bagian dari peningkatan layanan di yayasan,” ujarnya.

Prawito menjelaskan, seminar kali ini mengangkat konsep pembelajaran STEAM yang mencakup Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics. Melalui pendekatan tersebut, YBPM ingin menghadirkan proses belajar yang saling terhubung mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.

Ia menuturkan, seminar memiliki tiga tujuan utama. Pertama, membantu setiap unit pendidikan mengevaluasi apakah proyek pembelajaran yang selama ini dijalankan sudah benar-benar menerapkan konsep STEAM. Kedua, mempercepat implementasi pembelajaran STEAM di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA. Ketiga, memberikan panduan praktis dalam membangun kesinambungan kurikulum STEAM antarjenjang melalui contoh-contoh konkret.

“Harapannya pembelajaran STEAM ini menjadi pembelajaran unggulan di sekolah-sekolah Masehi. Anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu mengaplikasikan apa yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu guru harus benar-benar memahami dan mampu menerapkan metode pembelajaran STEAM kepada peserta didik,” katanya.

Seminar tersebut diikuti guru-guru dari jenjang PAUD hingga SMP di lingkungan YBPM Kudus. Dengan bekal yang diperoleh, para peserta diharapkan mampu menyusun pembelajaran yang lebih inovatif dan berkesinambungan sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang utuh sejak usia dini hingga pendidikan menengah.

Dalam kegiatan tersebut, YBPM menghadirkan Ernika Sondang Sugi Hastuti Sinaga, S.Pd., yang merupakan penulis buku kokurikuler sekaligus praktisi pembelajaran STEAM, sebagai narasumber utama.

Sementara itu, Marketing Airlangga, Fajar Subhan, mengatakan seminar tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Airlangga dengan YBPM Kudus dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Menurutnya, kerja sama pada tahun ini dilakukan langsung di tingkat yayasan, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang masih berlangsung di masing-masing satuan pendidikan.

“Kami ingin kerja sama ini menjadi simbiosis yang saling menguntungkan. Jadi bukan hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi juga memberikan kontribusi nyata melalui kegiatan seperti seminar, motivasi untuk guru maupun siswa, dan program-program pengembangan pendidikan lainnya,” ungkap Fajar.

Melalui kolaborasi tersebut, Airlangga berharap sinergi dengan YBPM Kudus dapat terus berlanjut sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus melahirkan inovasi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik di masa depan. (AS/YM)