Sempat Tertunda Sebulan, Cicilan ke 5 dan 6 Uang Pesangon Buruh Gentong Gotri Kudus Dibagikan

oleh

Kudus, isknews.com – Setelah sempat tertunda satu bulan jatah pencairan uang JHT yang ke 6 di bulan Agustus kemarin, hari ini sebanyak 1.124 buruh PT Gentong Gotri kembali datangi kantor Forum Pengusaha Rokok Kretek Kudus, di Lingkungan Industri Kecil Industri Hasil Tembakau (LIK-IHT), Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, untuk pencairan cicilan JHT dari pengusaha untuk bulan ke 5 dan 6, Kamis (05/09/2019).

Menurut Daru Handoyo, Kuasa Hukum Serikat Buruh PT Gentong Gotri Kudus, sebelumnya, tunjangan tahap lima terpaksa tertunda karena buruh Gentong Gotri di Semarang dan Banten juga mencairkan JHT. Sebagaimana yang diterima buruh di cabang Kudus.

Kuasa Hukum Serikat Buruh PT Gentong Gotri Kudus Daru Handoyo, Kepala Dinas Disnaker Perinkop dan UKM Kabupaten Kudus, Bambang Tri Waluyo, serta sejumlah kolega PR Gentong Gotri Kudus saat melakukan pengawasan pembagian JHT ribuan buruh (foto: YM)

“Awalnya mereka (buruh Gentong Gotri Semarang dan Banten – red) menuntut pencairan pesangon 100 persen. Karena tidak bisa dipenuhi, makanya mereka ikut seperti buruh Kudus. Biar sedikit yang penting tetap dapat,” tegasnya.

TRENDING :  67 Ribu Pekerja Rokok Di Kudus Terima “Desemberan”

Daru menjelaskan, pembayaran uang JHT merupakan hak setiap buruh. Menurutnya, uang yang dibagikan itu merupakan uang bagian untuk Gentong Gotri, menyusul bubarnya Pusat Koperasi Karyawan Industri Rokok Kudus (PKKIRK) pada Desember 2017.

“Total JHT yang dibagikan kepada buruh kali ini sebesar Rp. 864 juta. Ini tunjangan untuk tahap ke lima dan enam, sedangkan tunjangan yang diterima oleh buruh ini bervariatif. Tergantung masa kerjanya,” kata Daru di lokasi.

Sumiyati, salah satu buruh contong PT Gentong Gotri nampak begitu bahagia usai membubuhkan tanda tangan dan menerima sejumlah uang JHT yang sebelumnya telah dijanjikan oleh pihak perusahaan.

TRENDING :  Upah Minimum Kabupaten Kudus Naik 10 Persen ?

“Alhamdulillah dapat Rp. 530 ribu. Ini pesangon untuk dua bulan,” ujarnya sembari tersenyum sumringah.

Rencananya uang itu akan digunakan oleh Sumiyati untuk membeli sembako dan kebutuhan keluarganya. Wanita paruh baya itu mengaku meski sedikit, uang tunjangan dari PT Gentong Gotri itu dirasa cukup untuk membantu kelangsungan hidup keluarganya.

“Saya sudah tidak bisa bekerja lagi. Jadi uang ini yang saya gunakan untuk tambah-tambahan beli sembako dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelas wanita dengan lima anak itu.

Berbeda dengan Sumiyati. Siswati, salah satu mantan buruh rajang PT Gentong Gotri mengatakan uang pesangon sebesar Rp. 483 itu akan digunakannya untuk melunasi hutang.

Dia mengaku mempunyai hutang setelah lama tidak bekerja. Setelah pabrik Gentong Gotri lama tak beroperasi karena kolaps.

TRENDING :  KSBSI Kudus Tolak Upah Murah Dan Sistem Kerja Outsourcing

Meski hanya mendapatkan JHT sebesar 25 persen yang diberikan secara bertahap selama 24 kali. Siswati mengatakan tunjangan ini cukup membantu dirinya dan keluarganya.

“Lumayan setiap bulan masih dapat walaupun sedikit. Daripada tidak menerima sama sekali,” tandasnya.

Sedangkan, Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnaker Perinkop dan UKM) Kabupaten Kudus, Bambang Tri Waluyo mengatakan bahwa pihaknya akan memantau proses penyerahan JHT ini secara berkala. Guna memastikan hak para buruh Gentong Gotri terpenuhi sebagaimana kesepakatan yang dibuat oleh serikat buruh dan perusahaan.

“Akan kami pantau terus. Kami juga telah berkoordinasi dengan LIK untuk fasilitasi tempat penyerahan JHT ini,” pungkasnya. (ila)

KOMENTAR SEDULUR ISK :