Kudus, isknews.com – Guna menanamkan kecintaan terhadap sepak bola sejak usia dini, Festival SenengSoccer digelar sebagai bagian dari ajang MilkLife Soccer Challenge 2025 di Kudus. Festival yang ditujukan bagi anak usia 6-8 tahun ini berlangsung di Supersoccer Arena dan Lapangan Porma, Kudus, pada 5-9 Februari 2025.
Festival SenengSoccer bukan sekadar turnamen, tetapi lebih berfokus pada pengenalan sepak bola dengan cara yang seru dan menyenangkan. Program ini diinisiasi oleh Djarum Foundation dan Milklife sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem sepak bola putri dari level paling dasar.
Membangun Ekosistem Sepak Bola Putri
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menegaskan bahwa Festival SenengSoccer bertujuan menumbuhkan kegembiraan dalam bermain bola, tanpa tekanan kompetisi.
“Melalui festival ini, anak-anak bisa menikmati sepak bola tanpa harus merasa terbebani oleh kemenangan atau kekalahan. Mereka hanya perlu bermain dan merasakan keseruan olahraga ini. Dengan begitu, minat mereka terhadap sepak bola bisa tumbuh secara alami,” ujar Yoppy.
Festival SenengSoccer melibatkan sebanyak 185 peserta dari 32 sekolah tingkat MI, SD, TK, dan KB di Kudus dan sekitarnya. Mereka diajak mengenal teknik dasar sepak bola melalui berbagai tantangan permainan seperti berlari zig-zag, menggiring bola, melempar, hingga menendang bola ke gawang.
Menyemai Bakat sejak Dini
Menurut Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, Festival SenengSoccer menjadi langkah awal dalam pengembangan keterampilan sepak bola putri di Indonesia.
“Latihan dalam bentuk permainan ini dirancang untuk melatih koordinasi, kecepatan, dan ketangkasan. Dengan suasana yang menyenangkan, anak-anak bisa berlatih tanpa merasa terpaksa,” terang Timo.
Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Fara Arsy Anindita, siswi kelas 2 SD 1 Pedawang. Ia berhasil menyelesaikan tantangan dengan waktu tercepat, yaitu 37,50 detik.
“Aku suka sepak bola sejak kelas 1. Tantangannya seru karena aku sudah sering latihan,” ujar Fara dengan penuh semangat.
Pelatih SD 1 Pedawang, Anam Prastyo, mengapresiasi adanya festival ini sebagai wadah awal untuk mengenalkan sepak bola kepada anak perempuan.
“Festival SenengSoccer bisa menjadi pintu masuk bagi siswi yang ingin mengenal sepak bola. Karena sifatnya non-kompetitif, anak-anak tidak merasa takut mencoba. Harapannya, acara ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” ungkapnya.
Melahirkan Bintang Masa Depan
MilkLife Soccer Challenge 2025 diikuti oleh 142 tim dengan total 1.547 siswi dari berbagai daerah seperti Kudus, Demak, Rembang, Pati, dan Jepara. Turnamen ini mempertandingkan dua kategori, yakni KU 10 dan KU 12, sementara Festival SenengSoccer menjadi wadah khusus bagi KU 8.
Turnamen ini akan berlanjut ke babak semifinal dan final untuk kategori KU 10 dan KU 12 pada Minggu, 9 Februari 2025 di Supersoccer Arena, Rendeng, Kudus. (AS/YM)






