Siswa SD Asal Kudus Tembus Olimpiade Dunia, Pulang Membawa Medali Perunggu

oleh -94 Dilihat
Siswa asal Kudus, Tsurayya Ayoedya Nurmagupita berhasil meraih medali perunggu bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dalam ajang International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 yang digelar pada 2–7 Oktober 2026 di Depok, Jawa Barat. Foto: ist

KUDUS, ISKNEWS.COM – Prestasi membanggakan ditorehkan seorang siswa sekolah dasar (SD) asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, di kancah internasional. Tsurayya Ayoedya Nurmagupita berhasil meraih medali perunggu bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dalam ajang International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 yang digelar pada 2–7 Oktober 2026 di Depok, Jawa Barat.

Tsurayya merupakan siswa SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus. Keberhasilannya meraih medali dalam kompetisi sains internasional tersebut menjadi catatan bersejarah bagi sekolah, karena untuk pertama kalinya bidang IPA mampu mengantarkan siswanya meraih medali dalam ajang olimpiade internasional yang diselenggarakan secara langsung atau luring.

Capaian tersebut terasa semakin istimewa karena Tsurayya harus bersaing dengan 404 peserta dari 23 negara. Prestasi ini sekaligus membawa kebanggaan bagi keluarga besar sekolah, masyarakat Kabupaten Kudus, Persyarikatan Muhammadiyah, hingga Indonesia.

IMSO-23 merupakan kompetisi internasional bidang Matematika dan IPA yang diperuntukkan bagi siswa sekolah dasar. Pada penyelenggaraan tahun ini, Indonesia menjadi tuan rumah melalui kolaborasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Direktorat Sekolah Dasar, Klinik Pendidikan MIPA (KPM), serta Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Kompetisi tersebut secara resmi dibuka oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, pada Sabtu (3/10/2026), bertempat di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat.

Dalam ajang tersebut, kontingen Indonesia berhasil mengoleksi 61 medali. Rinciannya meliputi enam medali emas, 27 medali perak, dan 28 medali perunggu. Salah satu medali perunggu itu disumbangkan oleh Tsurayya melalui kompetisi bidang IPA.

Perjuangan Panjang Berbuah Prestasi

Guru pembimbing SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus, Anita Fitriyanti, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian yang diraih anak didiknya. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani dengan tekun, bukan sesuatu yang datang secara tiba-tiba.

Ia menyebut, persiapan menuju kompetisi internasional membutuhkan ketekunan dalam belajar, latihan secara berkelanjutan, doa, serta dukungan dari berbagai pihak yang terlibat dalam proses pembinaan.

“Alhamdulillah, kami sangat bangga dan bersyukur atas pencapaian Ananda Tsurayya Ayoedya Nurmagupita. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami karena untuk pertama kalinya bidang IPA SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus berhasil melangkah hingga olimpiade internasional yang diselenggarakan secara luring,” ungkap Anita.

Menurutnya, kesempatan mengikuti kompetisi yang mempertemukan peserta dari berbagai negara menjadi pengalaman berharga bagi Tsurayya. Pengalaman tersebut juga menjadi pembelajaran bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan siswa, khususnya dalam bidang sains.

Anita berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya agar berani menetapkan cita-cita tinggi, terus mengembangkan kemampuan, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan.

“Tentu perjalanan ini bukan hal yang mudah. Ada proses belajar, latihan, doa, serta dukungan banyak pihak yang mengiringi setiap langkahnya. Kami berharap prestasi ini menjadi penyemangat bagi siswa-siswi lainnya untuk berani bermimpi, terus berusaha, dan meraih prestasi hingga tingkat yang lebih tinggi,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanan Tsurayya hingga berhasil meraih medali perunggu di IMSO-23. Pengalaman dan ilmu yang diperoleh selama mengikuti kompetisi internasional tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat serta menjadi bekal untuk meraih prestasi berikutnya.

Mimpi 15 Tahun Terjawab, Birrul Walidain Siap Mendunia

Suasana haru dan penuh syukur turut dirasakan Kepala SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus, Jamaluddin Kamal. Baginya, medali internasional tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar penghargaan akademik.

Prestasi Tsurayya menjadi bukti bahwa mimpi besar yang dibangun dan diperjuangkan selama bertahun-tahun dapat diwujudkan melalui ikhtiar, kesungguhan, dan keyakinan kepada Allah Swt.

“Alhamdulillah, mimpi 15 tahun yang lalu akhirnya diwujudkan oleh Allah Swt. Hari ini, bidang IPA SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus mampu meraih prestasi internasional. Ini adalah nikmat sekaligus amanah besar yang harus terus kami jaga dan kembangkan,” ungkap Jamaluddin Kamal.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak boleh menjadi titik akhir perjuangan. Justru, medali internasional ini diharapkan menjadi pintu pembuka bagi lahirnya lebih banyak prestasi dari berbagai bidang dan jenjang kompetisi.

“Kami berharap capaian ini menjadi awal untuk terus melahirkan prestasi, dari tingkat lokal, nasional, hingga dunia. Namun, di tengah semangat meraih prestasi, anak-anak harus tetap menjadi generasi Birrul Walidain yang SEHATI, yaitu Santun, Empati, Humanis, dan Tetap Membumi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Jamaluddin menegaskan bahwa prestasi internasional tersebut sejalan dengan ikhtiar sekolah untuk mewujudkan visi besarnya, yakni menjadi sekolah pusat peradaban berkemajuan.

“Kami ingin SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus semakin mendunia. Bukan hanya dikenal karena prestasinya, tetapi juga karena mampu melahirkan generasi berilmu, berakhlak mulia, dan memberikan manfaat bagi kehidupan. Inilah bagian dari ikhtiar kami menjadikan sekolah sebagai pusat peradaban berkemajuan,” tegasnya. (AS/YM)