SMAN 1 Gebog Gelar Nobar Film Pengkhianatan G.30 S/PKI

oleh -1,050 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Pemutaran film documenter Pengkhianatan G.30 S/PKI penting untuk mengajak generasi muda terutama para pelajar dalam mengetahui sejarah. Disamping itu ada sejumlah fakta mengenai film G.30 S/PKI yang belum diketahui oleh mereka yang belum menonton. Terutama generasi-generasi yang kini berusia 20 tahun kebawah, mengingat film tersebut distop penayangannya usai masa Reformasi. Dan itulah beberapa fakta-fakta yang perlu diketahui bersama.

Sejak kemarin Kamis (28/09) SMAN 1 Gebog menyelenggarakan pemutaran film G.30 S/PKI selama tiga hari berturut-turut. Sejumlah 1.119 siswa-siswi SMAN 1 Gebog sangat antusias untuk melihat film G.30 S/PKI yang digelar di aula SMAN 1 Gebog. Pemutaranya film dijadwalkan waktunya agar tidak mengganggu proses belajar mengajar. Hari pertama kemarin hari Kamis (28/09) film diputar untuk kelas XII, hari kedua Jum’at (29/09) film diputar untuk kelas XI, dan besuk hari ketiga Sabtu (30/09) film diputar untuk kelas X. Kegiatan pemutaran film di mulai pukul 07:30 WIB.

Kepala SMAN 1 Gebog Drs. Sudiharto telah memberikan ijin kepada para siswa-siswinya untuk menonton film dengan harapan pihak Koramil dapat mendampingi siswa-siswinya karena mereka benar-benar belum mengenal jauh tentang film G.30 S/PKI yang durasi waktunya cukup panjang hampir 3,5 jam.

Sementara itu Danramil 08/Gebog Kapt Inf A. Bashir sejak awal menerima perintah langsung memerintahkan seluruh jajarannya untuk nonton bareng film G.30 S/PKI, karena dalam film tersebut mengandung sejarah.

“Ini adalah sejarah yang nyata, bahwa PKI ini bertujuan menggantikan NKRI, ingin mengubah Dasar Negara Pancasila, tidak bermoral dan tidak beragama, maka dari itu pagi ini dilaksanakan pemutaran film di SMAN 1 Gebog. Anggota yang tidak ada dinas khusus tetap ikut mendampingi dan jelaskan agar generasi muda mengetahui bagaimana kejamnya PKI pada saat itu,” ungkapnya kepada seluruh anggota Koramil Gebog pada Jumat (29/9) setelah apel pagi di Makodim.

Dengan adanya pemutaran film sejarah ini masyarakat, pemuda, mahasiswa dan pelajar akan diingatkan kembali atas sejarah pilu bangsa Indonesia atas kekejaman PKI. Lebih lanjut Danramil mengatakan, ada beberapa warga diwilayahnya yang meminta agar film itu dapat diputar di desa mereka.

“ini adalah fakta, bahwa justru masyarakat sendiri yang menginginkan mengetahui akan sejarah masa lalu. Sangat membanggakan lagi adalah keinginan itu muncul dari rasa penasaran para siswa-siswi yang ada di SMAN,” tegasnya.

Salah seorang siswa yang bernama Arif mengatakan, setelah menonton film G30S/PKI, ia menjadi semakin cinta dan patriotisme kepada NKRI.

“Kami jadi lebih tahu, secara pasti sejarah bangsa ini,” katanya dengan penuh semangat.

Kepala SMAN 1 Gebog Drs. Sudiharto ketika di konfirmasi membenarkan adanya pemutaran film G30S/PKI. Pihaknya juga mengaku, selama ini belum pernah menerima larangan secara tertulis terhadap pelarangan bagi siswa-siswi setingkat SD, SMP maupun SMA untuk tidak diperbolehkan menonton film tersebut.

“Menurut saya yang terpenting adalah proses pembelajaran tidak terganggu dan pendidikan karakternya bisa melekat,” imbuh Drs. Suduharto.

Sementara itu Bati Bhakti TNI Koramil Gebog Peltu Sofii yang didampingi Babinsa Gondosari Sertu Witono dan beberapa anggota mengatakan Peristiwa G30S/PKI adalah bagian dari fakta sejarah yang harus diketahui bagi generasi penerus Bangsa Indonesia supaya generasi ini tahu sejarah, dan pihak Koramil juga turut menjelaskan secara detail tentang makna dan tujuan di putarnya film ini tentunya. (LR)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.