UMKU Dukung Gagasan Hospital Tourism Bupati Kudus, Mahasiswa Disiapkan Layani Pasien Luar Kota

oleh -161 Dilihat
Rektor UMKU, dr. Edy Soesanto. (Foto: Istimewa)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Gagasan hospital tourism atau wisata layanan kesehatan yang digagas Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mendapat dukungan dari Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU). Perguruan tinggi tersebut siap mengambil peran melalui penguatan kompetensi mahasiswa agar mampu mendukung pelayanan kepada pasien maupun tamu dari luar negeri.

Rektor UMKU, dr. Edy Soesanto, mengatakan pengembangan hospital tourism tidak harus diwujudkan dengan mendirikan program studi pariwisata. Perguruan tinggi dapat berkontribusi dengan membekali mahasiswa dengan kemampuan yang sesuai untuk mendukung pelayanan kesehatan berstandar internasional.

“Ya, kami sangat mendukung sekali. Karena pariwisata itu tidak harus kita mendirikan program studi pariwisata. Jadi, kita membekali mahasiswa bagaimana mereka juga siap menerima tamu asing, terutama dari luar negeri, sehingga harapannya mereka tidak gagap,” ujar Edy.

Ia menjelaskan, hospital tourism merupakan konsep yang menggabungkan layanan perawatan kesehatan di rumah sakit dengan kegiatan pariwisata. Melalui konsep ini, pasien tidak hanya mendapatkan pelayanan medis, seperti pemeriksaan kesehatan menyeluruh, perawatan spesialis, maupun rehabilitasi, tetapi juga berkesempatan menikmati lingkungan yang nyaman untuk beristirahat dan memulihkan kondisi.

Menurutnya, pengembangan wisata kesehatan juga membutuhkan dukungan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi khusus, termasuk kemampuan berkomunikasi dan memberikan pelayanan kepada pasien dari berbagai wilayah dengan latar belakang yang berbeda.

Karena itu, UMKU membuka peluang untuk menambah kompetensi mahasiswa sesuai kebutuhan pengembangan layanan kesehatan internasional di Kabupaten Kudus.

“Kalau kita sudah bicara ke arah pariwisata, apalagi kemarin Pak Bupati menyampaikan ingin melakukan internasionalisasi, maka kalau kompetensi itu dibutuhkan, harus kita tambahkan,” jelasnya.

Edy menilai, gagasan hospital tourism dapat menjadi peluang bagi Kudus untuk mengembangkan layanan kesehatan sekaligus memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat internasional. Kesiapan sumber daya manusia, kualitas pelayanan medis, serta lingkungan rumah sakit yang nyaman menjadi aspek penting dalam mendukung pengembangan tersebut.

Selain pelayanan medis, konsep wisata kesehatan juga dapat mencakup pemanfaatan destinasi wisata di sekitar rumah sakit sebagai bagian dari pengalaman pasien sebelum atau sesudah menjalani perawatan, dengan tetap memperhatikan kondisi dan kebutuhan medis masing-masing pasien.

Dalam konteks tersebut, sinergi antara fasilitas kesehatan, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah dinilai penting agar pengembangan hospital tourism dapat berjalan secara berkelanjutan.

Selain menyiapkan kompetensi mahasiswa, UMKU juga mulai memperluas jejaring internasional melalui penerimaan mahasiswa asing. Edy mengungkapkan, mahasiswa dari luar negeri mulai berdatangan ke kampusnya pada pekan ini.

“Alhamdulillah, minggu ini mahasiswa dari luar negeri sudah mulai datang. Kita sudah memiliki tiga mahasiswa, dan tambahannya ditargetkan satu setiap bulan,” ungkapnya.

Ia menyebut, UMKU juga membuka peluang bagi mahasiswa dari sejumlah negara lain, di antaranya Tanzania dan Sudan. Selain itu, kampus tersebut telah memiliki mahasiswa asal Somalia.

Menurut Edy, upaya internasionalisasi pendidikan tersebut turut didukung jejaring perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia yang membantu memperkenalkan kampus-kampus Muhammadiyah kepada calon mahasiswa dari berbagai negara.

Melalui dukungan terhadap gagasan hospital tourism yang digagas Bupati Sam’ani Intakoris, UMKU berharap dapat berkontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten sekaligus mendukung upaya Kabupaten Kudus mengembangkan layanan kesehatan yang berorientasi internasional. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.