Kudus, isknews.com – Ditengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus menegaskan bahwa kreativitas manusia tetap menjadi elemen utama dalam industri animasi. Meski AI mampu mempercepat proses kerja, sentuhan kreatif manusia tetap tidak bisa digantikan.
Kepala Konsentrasi Keahlian Animasi 3D SMK RUS Kudus, Rico Andriansyah, menyampaikan bahwa fenomena meningkatnya penggunaan AI memang terlihat jelas di kalangan pelajar animasi. Namun, ia menekankan bahwa teknologi tidak akan mampu meniru sepenuhnya pengalaman, intuisi, dan nilai artistik yang lahir dari proses manusiawi.
“AI memang membuat sebagian anak merasa animasi bisa dikerjakan dengan cepat. Tapi secara skill, AI tidak bisa menggantikan karya buatan manusia. Jiwa seorang seniman itu sangat dibutuhkan di film,” tegas Rico, Rabu (19/11/2025).
Menurutnya, faktor humanity adalah aspek paling mendasar yang tidak dapat direplikasi oleh algoritma kecerdasan buatan. Kreativitas, rasa, hingga imajinasi adalah sesuatu yang hanya bisa lahir dari manusia.
“Yang tidak bisa digantikan itu sisi kemanusiaannya. AI bisa mempercepat produksi, tetapi esensi pencipta tetap ada pada manusianya,” lanjutnya.
Rico menambahkan, justru di tengah gempuran teknologi, tantangan siswa semakin besar. Mereka harus mampu mengasah kreativitas setinggi mungkin agar tetap relevan dengan kebutuhan industri animasi yang terus berkembang.
“Yang jelas mereka harus punya ide-ide kreatif, kreatif dalam produksi, dan tentu punya kemampuan artistik, baik artistik gambar maupun artistik teknikal,” jelasnya.
Ia juga menyebut bahwa sekolah kini harus mampu menanamkan mental kuat pada siswa bahwa teknologi hanyalah alat bantu, bukan pengganti pembuat karya. Dengan begitu, karya orisinal dan ide-ide baru tetap lahir dari pemikiran manusia.
Dengan pendekatan tersebut, SMK RUS Kudus optimistis bahwa meskipun teknologi AI terus berkembang dan semakin canggih, industri animasi akan tetap berdiri di atas fondasi imajinasi manusia yang tidak tergantikan. (AS/YM)






