SMP 1 Muhammadiyah Launching Sekolah Coding, Hartopo : Bisa Jadi Pilot Project

oleh -182 kali dibaca

Kudus, isknews.com – SMP 1 Muhammadiyah Kudus launching Sekolah Coding dengan dihadiri oleh Bupati Kudus HM Hartopo bersama jajaran Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahrgara (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Senin (21/03/2022).

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMP 1 Muhammadiyah ini juga dibarengi dengan serah-terima bantuan CSR oleh LX Internasional, yang menyumbangkan 36 unit laptop Core i5 guna mendukung adanya program Sekolah Coding.

Bupati Kudus HM Hartopo mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh SMP 1 Muhammadiyah. Diharapkan Sekolah Coding ini bisa menjadi Pilot Project bagi sekolah lain untuk memberikan warna baru pada pembelajaran era digitalisasi.

“Dengan adanya sekolah coding ini saya kira lebih bagus. Ini nanti bisa jadi pilot project nantinya untuk sekolah yang lain,” ujarnya.

Sekolah Coding sebagi ekstrakurikulum sekolah juga diharapkan bisa melahirkan anak-anak yang mahir dalam bidang progamming di Kudus. Oleh sebab itu, pihaknya meminta agar pihaj sekolah bisa terus mensosialisasi dan membuka peminatan untuk Sekolah Coding.

“Karena disini sekolah khusus, artinya kalau ada sekolah coding ini sudah terseleksi. Jadi membanggakan sekali bagi kami,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SMP 1 Muhammadiyah Kudus Ali Zamroni, menyebut, peluncuran Sekolah Coding ini berawal dari program unggupan kelas coding. Pembelajaran coding sendiri dilakukan diluar pembelajaran intrakurikuler.

“Sebenarnya program ini berlangsung satu tahun lalu, cuma keterbatasan perlatan yang kami miliki itu, jadi ada sedikit kendala,” katanya.

Namun, sekolah coding tersebut sudah menjadi ekstrakurikulum sekolah dengan jumlah siswa sekitar 40-an dari kelas 7. Nantinya, kelas khusus ini akan diberikan jam pembelajaran khusus.

“Semisal kelas khusus sepekan ada 6 jam pelajaran, yang diluar coding hanya 2 jam pelajaran,” tambahnya.

Ali juga menilai, peminatan siswa di kelas coding melebihi dugaannya. Awal pembukaan hanya ditargetkan satu kelas dengan diisi 32 siswa. Ternyata, lebih dari 40 siswa tertarik untuk masuk dan bergabung untuk belajar progamming.

“Bisa jadi perkembangan berikutnya bisa 2 kelas. Bahkan kalau memungkinkan bisa, ini bis jadi ekatrakurikuler untuk semua siswa” tukasnya. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :