Sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Kudus Ajak Mahasiswa UMKU Jadi Agen Perubahan

oleh

Kudus, isknews.com – 90 Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) hari ini memperoleh sosialisasi terkait pengawasan partisipatif yang digelar oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kudus di Hotel Gripta, Kamis (05/03/2020).

Menurut Ketua Bawaslu Kabupaten Kudus, Moh Wahibul Minan mengatakan, kegiatan ini memiliki tujuan mengajak anak-anak muda atau mahasiswa, untuk menjadi agent of change atau agen perubahan sosial. Menyusul pemikiran dari kaum milenial itu masih idealis.

‘’Kami juga akan mengajak mereka menjadi bagian pengawasan partisipatif pada pemilu mendatang. Agar lebih matang menjadi pengawas partisipatif dan mengajak para generasi muda ini masuk dalam kegiatan sekolah kader pengawas ,’’ ujar Minan.

Mahasiswa UMKU saat mengikuti sosialisasi Pengawasan Partisipatif yang digelar oleh Bawaslu Kudus di Hotel Gryptha (Foto: YM)

Sekolah kader pengawas ini rencananya akan digelar pertengahan Maret tahun ini. Adapun sistem dari sekolah itu, setiap kelas akan diisi 20 mahasiswa dengan 13 kali tatap muka atau pembelajaran.

Lebih lanjut, tujuan menggandeng akademisi dalam kegiatan pengawasan pemilu adalah untuk mewujudkan kegiatan tri dharma kampus, yaitu pendidikan, pengabdian masyarakat dan penelitian.

Dengan demikian, para mahasiswa ini benar-benar dapat menjadi pengawas partisipatif dalam pemilihan umum.

‘’Selain dengan UMKU, kami juga bekerjasama dengan Universitas Muria Kudus (UMK) dan IAIN Kudus. rencana kedepan, kami akan bekerjasama dengan STIKES Cendekia Utama dan AKBID Pemkab Kudus,’’ paparnya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Kudus, Moh Wahibul Minan dan Rektor UMKU, Rusnoto saat beri statement dihadapan sejumlah awak media (Foto: YM)

Sementara Rektor UMKU, Rusnoto menyambut baik kerjasama ini. Menurutnya, melalui kegiatan ini mahsiswa yang berasal dari sejumlah prodi di kampusnya tersebut, mahasiswanya bisa mendapat ilmu dan kedepannya bisa masuk dalam sekolah pengawasan.

Kemudian bisa membantu Bawaslu Kudus menjadi pengawas partisipatif dalam pelaksanaan pemilu mendatang.

‘Kami berharap dalam 4 sampai 5 tahun kedepan, mereka bisa terlibat dalam tim pengawas pemilu,’’ tandasnya.

Disinggung masalah Pemilu sebelumnya, Rusnoto mengungkapkan mahasiswa dengan sikap idealisnya dapat menjadi sumber yang positif dan menjadikan pemilu berjalan sesuai regulasi.

Dia juga mengungkapkan, mahasiswa memiliki banyak waktu untuk melakukan pengawasan tanpa adanya tendesi apapun yang mengarah pada keuntungan pribadi.

‘’Pemilihan yang jujur dan adil akan menjadi harapan semua masyarakat atau dia sendiri. Adanya keterlibatan mahasiswa, Bawaslu bisa lebih fokus dan menyempurnakan kekurangan pemilu yang lalu,’’ pungkasnya

‘’Pemilihan yang jujur dan adil akan menjadi harapan semua masyarakat atau dia sendiri. Adanya keterlibatan mahasiswa, Bawaslu bisa lebih fokus dan menyempurnakan kekurangan pemilu yang lalu,’’ pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :