Taati SE Kemenag RI, Takbir Keliling di Kudus Tahun Ini Dilarang

oleh -704 kali dibaca
Ilustrasi suasana jelang pemberangkatan konvoi takbir keliling pada beberapa tahun yang lalu (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Selaras dengan Surat Edaran (SE) Kementerian Agama RI. Bupati Kudus HM Hartopo menyatakan takbir keliling jelang lebaran Hari Raya idul Fitri 1443 H  ini masih belum diperbolehkan. Namun warga dihimbau untuk menyambut hari raya dengan mengumandangkan gema takbir dari Musala, Masjid, ataupun rumah masing-masing warga.

“Masalah takbir keliling, ini tadi saya dapat surat edaran dari Kementerian Agama, masih tidak boleh. Disuruh di Musala atau di Masjid,” kata Hartopo, Rabu (20/4/2022).

Secepatnya, Hartopo pun akan mengeluarkan SE mengenai larangan tersebut untuk segara diedarkan dan ditindaklanjuti.

“Kita mengacu kepada SE Kemenag, tentunya seperti itu. Itu kewenangan Kemenag terkait masalah takbir keliling yang tidak boleh,” ungkap Hartopo.

Dengan kebijakan ini pun, Hartopo menghimbau agar masyarakat Kudus bisa patuh dengan SE yang ada. Baik itu SE dari Kemenag ataupun lainnya terkait masalah takbir keliling.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kudus Suhadi membenarkan bahwa kebijakan takbir keliling tahun ini masih belum diperbolehkan. Lewat SE nomor B-1649/Kk.11.19/6/HM.00/4/2022, Kemenag Kudus mengimbau agar kegiatan takbir keliling dengan arak-arakan menggunakan kendaraan bermotor di jalan agar tidak dilaksanakan. Alasannya untuk mencegah penyebaran covid-19 di Kabupaten Kudus.

“Kami anjurkan untuk tidak ada takbir keliling. Ini sifatnya anjuran,” kata Suhadi saat dihubungi lewat sambungan telefon.

Dalam mengumandangkan takbir atau takbiran, SE Kemenag pun tertulis untuk tetap menjaga ketentraman dan kondusifitas umat. Dilaksanakan di Masjid, Musala, dan rumah masing-masing. Bila ada yang melanggar, pihak Kemenag tidak bisa memberikan sanksi.

“Fungsi kami memberikan edukasi dan sosialisasi. kalau dilanggar, biar ditertibkan Satpol PP atau pihak yang bertugas. Sifatnya anjuran saja,” tegasnya.

Lebih lanjut disebutkan pula bahwa dalam penyelenggaraan salat Idul Fitri 1 Syawal 1443 Hijriyah/2022 dapat dilaksanakan di Masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Semua kebijakan ini pun sebagai langkah menindaklanjuti SE Menteri Agama RI nomor 08 tahun 2022 tentang pelaksanaan takbiran dan salat Idul Fitri 1443 H. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.