Tak Hanya Kesambi, Waspadai Tanggul Hadiwarno Sudah Bocor di 6 Titik

oleh

Kudus, isknews.com – Tak hanya meninjau situasi tanggul jebol di sebelah timur Jembatan 3 Desa Kesambi Mejobo Kudus, dalam kunjungannya Plt Bupati yang didampingi Kapolres dan Dandim 0722 Kudus juga melakukan peninjauan terhadap tanggul di kawasan Desa Hadiwarno, Senin (13/01/2020).

Dalam kesempatan tersebut Plt Bupati melihat kondisi tanggul yang dikatakan sudah dalam kondisi kritis akibat lebar bibir tanggul sudah terkikis hingga tinggal 20 persen dari sebelumnya.

Pada hari Sabtu malam lalu (11/01/2020) delapan titik di tanggul Kali Piji turut Desa Hadiwarno kecamatan Mejobo, mengalami bocor dengan air yang cukup deras keluar dari bocoran itu.

Ini terjadi setelah hujan turun sejak Sabtu sore diwilayah lereng Muria, yang membuat debit air Kali Piji cukup tinggi. Sumardi (75 tahun) warga Desa Hadiwarno Rt. 02 Rw. 2, Senin 13 Januari 2020 mengatakan bahwa Sabtu malam sekitar pukul 23.30 air merembes dengan deras dari lubang bawah tanggul.

TRENDING :  Tak Masuk RKPD, Pembangunan Tiga Jembatan di Kudus Tertunda

Bahkan rembesan air itupun sempat mengaliri rumahnya.  Meski begitu kata dia, hal tersebut tidak membuatnya takut tanggul akan jebol. Karena menurutnya, sebelumnya tanggul itu pernah jebol namun sudah dibronjong. Sehingga hal itu dianggapnya sudah cukup aman dan tidak jebol lagi.

Pada kesempatan tersebut Plt Bupati Kudus HM Hartopo meminta kepada Kepala Desa Hadiwarno, Sugiyarto dan Camat Mejobo, Harso Widodo untuk segera melakukan tindakan perbaikan darurat untuk mengantisipasi semakin meluasnya rembesan.

Plt Bupati Kudus HM Hartopo dan Camat Mejobo Harso Widodo saat berada diatas tanggul Hadiwarno Mejobo Kudus (Foto: YM)

“Karena rembesan air di tanggul itu seperti penyakit kanker, kalau tidak segera di bendung akan menjalar ke tempat yang lain,” ujarnya.

TRENDING :  Transportasi Online di Pati Diminta Segera Urus Izin

Sementara itu ketua Rt. 02 Rw. 2 Edy Prihtianto mengatakan, diwilayahnya terdapat dua titik rembesan dari tanggul Kali Piji yang bocor. Rembesan itu terjadi pada Minggu dinihari kemarin bersamaan terjadinya tanggul jebol diwilayah Desa Kesambi. Rembesan itu terjadi kata Edy, dari sambungan bronjong yang dibangun pada tahun 2018 dan 2019.

Masih kata Edy, melihat rembesan yang cukup deras dari tanggul Kali Piji warga sekitar langsung keluar rumah dan bergotong royong berupaya agar tanggul tidak jebol. Warga juga dibantu  perangkat desa hingga relawan BPBD Kudus yang ikut serta membantu.

Kepala Desa Hadiwarno, Sugiyarto mengatakan sedikitnya terdapat 8 titik rembesan air dari bawah tanggul Kali Piji diwilayahnya yang terjadi pada Minggu dinihari kemarin.

TRENDING :  Embung Ngemplak Bakal Jadi Destinasi Wisata Mancing Mania Andalan di Kudus

Ke 8 titik rembesan karena bocor itu berada diwilayah Rw 1. 2 dan 3. Dan itu bersamaan dengan jebolnya tanggul di Desa Kesambi. Selain itu, sebelumnya ditanggul ini juga terjadi longsoran sepanjang 10 meter dengan kedalaman sekitar 3 meter dan lebar 2,5 meter.

Warga setempat juga sudah melakukan kerja bakti dengan melakukan pemasangan sak yang diisi tanah agar air tidak masuk ke pemukiman warga.

Sugiyarto berharap, agar rembesan air di tanggul Kali Piji yang berada didesanya ini segera dapat diatasinya sehingga tidak membuat tanggul menjadi jebol.

“Apalagi saat ini masih memasuki musim penghujan yang kemungkinan hujan deras dapat terjadi baik diwilayah lereng Muria maupun diwilayah bawah,” terangnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :