Tak Harus Ke Kota Besar, RS Mardi Rahayu Kini Layani Pemasangan Ring Jantung

oleh -604 Dilihat

Kudus, isknews.com – Bagi warga Pantura Timur dan khususnya Kudus, kini tak perlu lagi pergi jauh-jauh ke Jakarta atau kota besar lainnya, bahkan keluar negeri untuk melakukan pemasangan Ring atau stent Jantung.

Sebagai upaya memenuhi kebutuhan Masyarakat, RS Mardi Rahayu Kudus kini telah menyediakan Layanan Baru bagi pelayanan kesehatan kuratif melaui layanan kateterisasi dan pemasangan ring di jantung bagi para penderita penyakit tersebut.

Seperti diketahui, penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah) telah menyebabkan kematian 17,9 juta jiwa per tahun atau sekitar 31% dari seluruh kematian di dunia (data tahun 2016). Sekitar 85% kematian akibat penyakit kardiovaskular disebabkan oleh stroke dan serangan jantung.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama RS Mardi Rahayu, Dr.Pujianto,M.Kes saat memperlihatkan ruangan instalasi pelayanan kesehatan atau klinik baru bagi penderita penyakit jantung di hadapan sejumlah awak media, (Sabtu (14/12/2019).

Dr. Agus Probo Suyono, Sp.JP (K), dokter spesialis penyakit jantung saat menunjukkan dan memvisualisasikan pemasangan kawat kateter yang telah dipasangi ring kepada sejumlah awak media didampingi dr.Pujianto,M.Kes (kiri) Direktur Utama RS Mardi Rahayu Kudus (Foto: YM)

Menurutnya grafik penderita penyakit jantung semakin memprihatinkan karena lebih dari 75% kematian akibat penyakit kardiovaskular terjadi di negara dengan pendapatan rendah sampai menengah, termasuk Indonesia.

“Sama halnya dengan pasien stroke, jumlah pasien jantung juga terus meningkat. Kasus jantung terbanyak adalah penyakit jantung koroner yang disebabkan oleh plak (tumpukan zat) yang menyumbat arteri koroner,” terangnya.

Sumbatan yang berat menyebabkan serangan jantung sehingga sumbatan harus dibuka, salah satunya dengan pemasangan stent/ring.

“Atas berkat Tuhan, pada tanggal 11 Desember 2019 telah dilaksanakan untuk pertama kalinya pemasangan stent/ring jantung di RS Mardi Rahayu oleh Dr. Agus Probo Suyono, Sp.JP (K), FIHA. Pada pasien dipasang 2 ring dan hasilnya baik,” terangnya.

Sementara itu Dr. Agus Probo Suyono, Sp.JP (K), dokter spesialis penyakit jantung ditempat yang sama menambahkan, Sebelum dilakukan tindakan rumit pemasangan ring di jantung menggunakan teknologi canggih berupa peralatan DSA (Digital Subtraction Angiography (DSA).

“DSA awalnya adalah teknik yang dilakukan untuk menggambar seluruh pembuluh darah di tubuh manusia, dengan menyemprotkan zat kontras (iodine) agar bisa dideteksi oleh alat X-ray, sudah pasti diperlukan persiapan yang matang,” katanya.

Menurutnya, RS Mardi Rahayu kini telah menambah 1 alat echocardiography yang memiliki feature lebih canggih untuk mendukung persiapan kateterisasi dan pemasangan ring jantung.

“Alat echocardiography tersebut ditempatkan di Klinik Jantung baru yang akan mulai dipergunakan awal Januari tahun depan,” ujarnya.

Klinik Jantung baru terdiri dari 4 ruang, yaitu 2 ruang periksa dokter dan 2 ruang lainnya yang akan digunakan untuk ruang pemeriksaan echocardiography dan ruang pemeriksaan treadmill.

“Dengan demikian, pasien yang membutuhkan pemeriksaan echocardiography atau treadmill tidak lagi perlu pindah ruanagn di lantai lain seperti saat ini. Harapan kami, pasien Klinik Jantung tidak hanya mendapat pelayanan yang semakin lengkap dan berkualitas, namun juga semakin nyaman dan dimudahkan” tutur Dr.Pujianto.

Dr Agus Probo Suyono spesialis jantung dan pembuluh darah RS Mardi Rahahyu menjelaskan, ada lima penyebab penyakit jantung. Di antaranya Kolesterol, rokok, gula, darah tinggi, dan faktor keturunan. Maka dari itu masyarakat bisa mengecek sekala rutin kesehatan di rumah sakit atau di rumah kesehatan.

“Tapi sebelum terjadi serangan jantung sebenarnya bisa kita deteksi lebih awal atau deteksi dini yaitu dengan medical check up, pemeriksaan rekam jantung, tes treadmill, ekokardiografi atau dengan pemeriksaan CT Scan koroner jantung,” jelas Dr Agus Probo.

Menurutnya gejala penyakit jantung bisa di deteksi lebih dini sebelum serangan itu muncul. Kita jaga dengan cek rutin rutin 3 bulan, 6 bulan hingga 1 tahun sekali.

“Selain aktivitas fisik yang reguler seperti olahraga yang sifatnya aerobik jalan kaki,  seped, jogging, minimal 30 menit sehari dan minimal 5 hari dalam satu minggu,” pesannya.

Disinggung soal ranking penyakit penyebab kematian tertinggi, kalau secara internasional penyakit jantung itu penyebab kematian nomor 1. Tapi kalau di Indonesia penyebab kematian nomor 2 Setelah penyakit stroke.

“Namun penyakit jantung itu sendiri proses perjalanan penyakitnya itu hampir sama dengan stroke, gangguan di dalam pembuluh darah, bila stoke adalah gangguan pembuluh darah di otak, sedangkan yang satu lagi akibat gangguan pembuluh darah di jantung dan prosesnya hampir sama,” ujar Dr Agus Probo. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.