Tak Mau Disebut Mati Suri, Pedagang Pasar Kliwon Blok D Guyup Gelar Perayaan HUT RI ke-81

oleh -334 Dilihat
Pawai keliling kawasan Pasar Kliwon oleh sebagian besar pemilik kios dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI. (Foto: YM)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Tak ingin Pasar Kliwon disebut mati suri di tengah tekanan perdagangan online, para pedagang dan karyawan Blok D Timur lantai 1 Pasar Kliwon Kudus memilih tetap guyup dan optimistis menghadapi perubahan pola perdagangan.

Rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut diawali dengan doa bersama di area lorong Blok D Timur lantai 1. Kegiatan itu diikuti sebagian besar pemilik kios di kawasan tersebut bersama para karyawannya.

Usai doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pawai keliling kawasan Pasar Kliwon layaknya peserta karnaval. Para pedagang dan karyawan tampak mengenakan pakaian bernuansa merah putih serta membawa berbagai atribut kemerdekaan.

Suasana pasar pun semakin semarak ketika rombongan peserta berjalan mengelilingi kawasan Pasar Kliwon. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk kebersamaan para pedagang dalam menyambut momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Ketua Panitia Perayaan HUT RI ke-81 Blok D Timur Lantai 1 Pasar Kliwon, Setiyo Budiono, mengatakan kegiatan tersebut digelar atas permintaan karyawan dan pemilik toko untuk ikut memeriahkan peringatan kemerdekaan.

“Ini kan satu tahun sekali. Karyawan maupun toko meminta diadakan karnaval dan syukuran, supaya kita ikut memeriahkan HUT Kemerdekaan,” ujarnya.

Menurut Setiyo, konsep perayaan tahun ini sengaja dibuat berbeda, meski acara karnaval masih sama seperti tahun lalu. Namun tak lagi diisi hiburan dangdut, kali ini panitia hanya memilih do’a bersama dan karnaval sebagai bentuk perayaan sekaligus membangun kebersamaan antarpedagang.

Sedikitnya sekitar 60 kios di Blok D Timur turut terlibat dalam kegiatan tersebut. Jumlah peserta yang terdiri dari pedagang, karyawan dan pemilik toko diperkirakan mencapai sekitar 100 orang.

Setiyo berharap momentum HUT RI ke-81 dapat menjadi penyemangat bagi para pedagang untuk terus menjalankan usaha di tengah kondisi perdagangan yang tidak mudah.

“Harapannya pedagang Pasar Kliwon tetap bersemangat, jangan sampai dikatakan mati suri. Kita harus semangat, semangat kemerdekaan, semangat Pasar Kliwon,” tegasnya.

Ia mengakui kondisi perdagangan di Pasar Kliwon saat ini memang mengalami penurunan. Salah satu tekanan terbesar datang dari perkembangan teknologi dan perubahan pola belanja masyarakat yang semakin bergeser ke platform online.

Menurutnya, penurunan omzet pedagang bahkan diperkirakan mencapai hampir 50 persen akibat persaingan dengan perdagangan online.

Meski demikian, Setiyo menilai pasar tradisional masih memiliki kekuatan yang tidak sepenuhnya dapat digantikan perdagangan daring. Interaksi langsung antara pedagang dan pelanggan serta karakter Pasar Kliwon sebagai pusat perdagangan grosir menjadi salah satu keunggulannya.

“Kami masih optimistis. Di bawah tekanan teknologi dan pemasaran melalui jalur online, pasar tradisional dengan jalur offline masih memiliki kekuatan tersendiri,” katanya.

Ia menambahkan, sebagian pedagang Blok D Timur juga mulai beradaptasi dengan memanfaatkan pemasaran online. Namun, penerapannya tetap memiliki tantangan karena mayoritas pedagang di blok tersebut melayani pembelian secara grosir.

“Kalau online kebanyakan yang membeli pengecer. Sedangkan di sini memang grosir. Kalau menjual ecer, nanti bakul-bakul bisa protes,” jelasnya.

Setiyo menyebut produk yang dijual di Blok D Timur didominasi pakaian dengan harga terjangkau, salah satunya celana pendek yang banyak dipasok dari Jepara. Karakter barang tersebut membuat pemasaran online tidak selalu menjadi pilihan utama.

“Kalau barang yang halus mungkin bisa online. Tapi kalau di Blok D ini celana pendek dan barang yang murah, kadang online tidak begitu cocok,” ujarnya.

Di tengah persaingan perdagangan yang semakin ketat, Setiyo berharap para pedagang Pasar Kliwon dapat menjaga kekompakan dan terus beradaptasi.

Ia juga berharap pemerintah daerah memberikan perhatian dan solusi agar pasar tradisional tetap memiliki daya saing.

“Yang diinginkan pedagang bagaimana supaya jangan pesimis. Harus tetap semangat, bisa bersaing, dan pedagang Pasar Kliwon bisa bersatu,” pungkasnya. (YM/YM)