Tak Punya Lapangan Sendiri, Squash Kudus Tetap Bidik Emas Porprov Jateng 2026

oleh -242 Dilihat
Tim Squash Kudus menyebut kesiapan para atlet telah mencapai sekitar 80 persen, dengan target minimal satu medali emas (Foto: Devy)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Tak memiliki lapangan squash resmi di daerah sendiri tak membuat Tim Squash Kabupaten Kudus mengendurkan ambisi. Demi mengejar prestasi di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026, empat atlet bahkan harus rutin keluar daerah untuk merasakan latihan di arena yang sebenarnya.

Persiapan menuju pesta olahraga terbesar tingkat Jawa Tengah itu kini terus dikebut. Tim Squash Kudus menyebut kesiapan para atlet telah mencapai sekitar 80 persen, dengan target minimal satu medali emas pada pertandingan yang dijadwalkan berlangsung akhir Oktober mendatang di Semarang.

Pelatih Squash Kudus, Supardi, mengatakan program latihan disusun untuk meningkatkan kemampuan teknik sekaligus membiasakan atlet menghadapi atmosfer pertandingan.

Setiap pekan, para atlet menjalani empat kali latihan di Kudus dan satu kali latihan di lapangan squash resmi di luar daerah.

“Latihan rutin empat kali di Kudus. Untuk bermain di lapangan squash, kami bergantian latihan ke Semarang atau Jepara,” ujar Supardi, Senin (31/8/2026).

Program latihan di Kudus dilaksanakan pada sore hari hingga menjelang Maghrib. Sementara agenda latihan ke Semarang dan Jepara menjadi kesempatan penting bagi para atlet untuk beradaptasi dengan arena pertandingan yang sesuai standar cabang olahraga squash.

Keterbatasan fasilitas menjadi tantangan tersendiri bagi pembinaan atlet. Hingga kini, Kabupaten Kudus belum memiliki lapangan squash resmi, sehingga latihan simulasi harus memanfaatkan sarana yang tersedia.

Para atlet baru bisa mendapatkan porsi latihan di lapangan sebenarnya saat menjalani agenda ke luar daerah.

“Fasilitas memang menjadi kendala kami. Kalau ingin latihan di lapangan squash, kami harus keluar Kudus,” kata Supardi.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengubah target yang telah dipasang. Kudus akan menurunkan empat atlet, terdiri atas dua putra dan dua putri, yang akan bersaing pada nomor tunggal putra dan tunggal putri.

Dua atlet putri masih berstatus pelajar dengan usia sekitar 16 hingga 17 tahun, sedangkan dua atlet putra telah menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Seluruh atlet sebelumnya memiliki latar belakang olahraga tenis dan pengalaman mengikuti kompetisi.

“Anak-anak sudah terbiasa bertanding. Mereka punya dasar olahraga raket dan mental kompetisi,” ujar Supardi.

Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) Squash Kudus, Bahar Widyatmoko, menyebut skuad yang dipersiapkan untuk Porprov kali ini merupakan bagian dari proses regenerasi atlet.

Pada Porprov sebelumnya, Kudus berhasil meloloskan delapan atlet dan membawa pulang medali perunggu. Namun, sebagian atlet dari skuad tersebut kini telah bekerja maupun melanjutkan aktivitas di luar daerah.

“Untuk Porprov sekarang kami memang melakukan regenerasi. Atlet-atlet lama sebagian sudah bekerja dan ada yang berada di luar kota,” kata Bahar.

Pembinaan generasi baru pun terus dimaksimalkan meski belum ditunjang lapangan sendiri. Pengkab Squash Kudus tetap optimistis peluang meraih medali emas terbuka, terutama dari nomor tunggal putri yang menjadi salah satu sektor andalan.

“Kami tetap optimistis. Target kami minimal satu medali emas,” tegas Bahar.

Menjelang pertandingan akhir Oktober, intensitas latihan akan terus ditingkatkan untuk mematangkan teknik, strategi, fisik, dan mental atlet. Pengkab Squash Kudus juga berharap ke depan Kabupaten Kudus memiliki fasilitas lapangan squash sendiri agar pembinaan atlet dapat berjalan lebih optimal.

Di tengah keterbatasan yang ada, empat wakil Kudus kini terus mengasah kemampuan. Perjuangan berpindah dari satu daerah ke daerah lain demi mendapatkan arena latihan pun diharapkan menjadi modal tambahan untuk membawa pulang prestasi dari Porprov Jateng 2026. (YM/YM)