Tak Terbendung! Garuda Pertiwi Hajar Yordania 3-0, Thailand Menanti di Final

oleh -594 Dilihat
Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi (jersey merah) memastikan langkah ke babak final Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino usai mengungguli Timnas Putri U-16 Yordania (jersey hitam) dengan skor 3-0 di laga semifinal, Jumat (21/8). Di partai final, Garuda Pertiwi akan berhadapan dengan Thailand yang akan tersaji di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah pada Minggu (23/8) mendatang. (Foto: Istimewa/DF)

KUDUS, ISKNEWS.COM — Partai semifinal kedua Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino yang berlangsung Jumat (21/8) malam di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, menjadi panggung keberhasilan Timnas Putri U-16 Indonesia atau Garuda Pertiwi.

Disaksikan seribuan lebih suporter Merah Putih, Indonesia tampil dominan dan sukses menghajar Timnas Putri U-16 Yordania dengan skor 3-0 untuk memastikan tiket ke partai final.

Kemenangan tersebut mengantarkan Garuda Pertiwi menghadapi Timnas Putri U-16 Thailand pada laga puncak turnamen yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation.

Sejak peluit kick-off dibunyikan, Indonesia langsung mengambil inisiatif serangan. Dukungan dari tribun membuat para pemain Garuda Pertiwi tampil percaya diri dan agresif menekan pertahanan Yordania.

Hanya tujuh menit pertandingan berjalan, Kesya Arabela Manisya Nian berhasil membuka keunggulan Indonesia. Jebolan HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 tersebut memanfaatkan umpan daerah dari Fadilla sebelum menyisir sisi kanan pertahanan Yordania dan mencetak gol.

Yordania berusaha merespons dengan membangun serangan melalui kombinasi umpan pendek. Namun, rapatnya barisan pertahanan Garuda Pertiwi yang dikomandoi Jazlyn Kayla Firyal membuat lawan kesulitan menciptakan ruang.

Fadilla sempat memperoleh peluang emas setelah memanfaatkan kesalahan komunikasi antara kiper dan bek Yordania. Sayangnya, sepakan dari sudut sempit belum mampu menambah keunggulan Indonesia.

Garuda Pertiwi akhirnya menggandakan keunggulan pada menit ke-35. Berawal dari tendangan penjuru yang diambil Kesya, kemelut terjadi di depan gawang Yordania.

Jazlyn Kayla Firyal bergerak cepat memanfaatkan bola dan berhasil menceploskannya ke gawang. Indonesia unggul 2-0.

Menjelang babak pertama berakhir, Garuda Pertiwi kembali mencetak gol. Fadilla menerima umpan daerah dari Ayla Dva Khala Ahima dan melepaskan sepakan terukur ke sudut kiri gawang Yordania.

Skor 3-0 bertahan hingga turun minum. Dominasi Indonesia juga tercermin dari statistik pertandingan. Garuda Pertiwi tercatat menguasai 66 persen penguasaan bola dan melepaskan 13 tembakan, dengan delapan di antaranya mengarah ke gawang. Sementara Yordania hanya mencatatkan empat percobaan tembakan dan satu yang tepat sasaran.

Memasuki babak kedua, Indonesia tetap bermain agresif. Masuknya Jezlyn Kayla Azkha membuat variasi serangan Garuda Pertiwi semakin beragam.

Situasi Yordania semakin sulit setelah harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-56. Leen Anzour Munir Soubar menerima kartu merah setelah melakukan pelanggaran terhadap Fadilla.

Unggul jumlah pemain membuat Indonesia semakin leluasa menguasai pertandingan. Namun, Garuda Pertiwi belum mampu menambah gol hingga laga memasuki menit-menit akhir.

Yordania juga kesulitan menembus pertahanan Indonesia. Beberapa peluang yang tercipta hanya berasal dari percobaan tembakan jarak jauh.

Skor 3-0 akhirnya bertahan hingga peluit panjang. Garuda Pertiwi pun memastikan diri melaju ke final Srikandi Merdeka Cup.

Gelandang Garuda Pertiwi, Shifana Rizka Nadhifa, mengatakan kemenangan atas Yordania merupakan buah dari kerja keras tim selama menjalani persiapan.

“Pastinya kami semua sangat senang dengan kemenangan hari ini. Ini adalah hasil kerja keras kami selama training center dan ganjarannya kayak tercapai gitu, kami bisa masuk final,” kata pemain Samba Persada Women di HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026.

Pelatih Kepala Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann, mengapresiasi dukungan publik yang diberikan kepada timnya. Ia juga bersyukur Indonesia mampu tampil meyakinkan meski kehilangan Nafeeza Ayasha Nori yang mengalami cedera saat pemanasan.

Menurut Timo, menghadapi Thailand di final memang menjadi salah satu target sejak awal turnamen. Ia menilai pertandingan tersebut akan menjadi pengalaman penting bagi para pemain muda Indonesia untuk mengukur kemampuan menghadapi salah satu kekuatan sepak bola putri di kawasan Asia Tenggara.

“Tim kuat yang ada di sekitar kita, wilayah Asia Tenggara, kan Thailand, Vietnam, sama Australia. Jadi kalau kami bisa main lawan Thailand, itu sebuah pengalaman yang luar biasa dan itu yang kami cari,” ujar Timo.

Timo menegaskan bahwa proses mencetak pemain menjadi fokus utama dalam kepelatihannya.

“Kalau sampai kita juara, pialanya itu bonus. Piala saya sesungguhnya itu semua pemain-pemain saya,” tegasnya.

Sementara itu, Pelatih Kepala Yordania, Luna Rami Amin Almasri, mengakui kedisiplinan pertahanan Indonesia membuat timnya kesulitan mengembangkan permainan.

“Memang hasil hari ini tidak seperti yang kami harapkan, tapi pemain tetap memberikan kerja keras maksimal. Pertandingan terasa lebih berat setelah kartu merah, tapi tim tetap bermain kompak saat menyerang maupun ketika bertahan,” ujarnya.

Luna tetap bangga terhadap perjuangan anak asuhnya dan mengalihkan fokus ke laga perebutan tempat ketiga.

“Saya tetap bangga terhadap perjuangan para pemain malam ini. Target selanjutnya adalah mengamankan peringkat ketiga di turnamen ini,” pungkasnya. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.