Tasyakuran HBP ke-62, Rutan Kudus Serahkan Gerobak UMKM untuk Keluarga Warga Binaan

oleh -37 Dilihat
Penyerahan bantuan gerobak UMKM oleh Rutan Kelas IIB Kudus kepada keluarga warga binaan dalam rangka Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Senin (27/4/2026). Bantuan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga serta menjadi wujud nyata pelayanan pemasyarakatan kepada masyarakat. (foto: Dok. Rutan Kudus)

Kudus, isknews.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kudus menggelar tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Senin (27/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima”.

Kepala Rutan Kelas IIB Kudus, Andi Rahmanto, menyampaikan bahwa peringatan HBP tahun ini diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak awal April 2026.

“Untuk rangkaian kegiatan Hari Bakti Pemasyarakatan tahun ini, kami awali sejak awal April dengan berbagai kegiatan, seperti perlombaan tradisional yang melibatkan warga binaan maupun petugas,” ujarnya saat diwawancarai.

Selain itu, pihaknya juga melaksanakan program Zero Halinar melalui aksi penggeledahan bersama yang melibatkan internal Rutan Kudus, serta bersinergi dengan Polres Kudus dan Kodim Kudus guna memastikan lingkungan rutan tetap aman dan bersih dari barang terlarang.

“Pada puncaknya hari ini, kami melaksanakan tasyakuran sebagai bentuk rasa syukur atas peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rutan Kudus juga menyerahkan bantuan berupa satu unit gerobak UMKM kepada keluarga warga binaan yang membutuhkan, atas nama YR. Bantuan ini merupakan bagian dari program nasional Kementerian Hukum dan HAM yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.

“Penyerahan gerobak UMKM ini merupakan arahan dari kementerian, yang diberikan kepada keluarga warga binaan agar bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian,” jelas Andi.

Ia menambahkan, pihak rutan tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga akan melakukan pemantauan dan pembinaan terhadap pemanfaatan gerobak tersebut.

“Karena warga binaannya masih berada di sini, tentu akan tetap kami pantau dan bina, agar bantuan ini benar-benar bermanfaat,” katanya.

Menurutnya, penerima bantuan sebelumnya memiliki latar belakang sebagai pedagang kaki lima, namun kondisi sarana yang dimiliki dinilai kurang layak, sehingga diberikan bantuan gerobak yang lebih memadai.

Andi berharap, melalui tema HBP tahun ini, jajaran pemasyarakatan dapat terus menunjukkan kerja nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya warga binaan dan keluarganya.

“Kami dituntut untuk bekerja nyata dan memberikan pelayanan prima, yang harapannya bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, terutama warga binaan yang sedang menjalani masa pidana,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia berharap berbagai program pembinaan yang telah berjalan dapat menjadi bekal bagi warga binaan setelah bebas nanti, sehingga tidak kembali melakukan tindak pidana.

“Harapannya mereka tidak mengulangi kesalahan dan bisa menekan angka residivis,” imbuhnya.

Sementara itu, jumlah penghuni Rutan Kelas IIB Kudus saat ini tercatat sebanyak 199 orang. Dari jumlah tersebut, 128 merupakan narapidana yang terdiri dari 123 laki-laki dan 5 perempuan. Sedangkan 38 orang merupakan tahanan, dengan rincian 34 laki-laki dan 4 perempuan, serta sisanya merupakan tahanan titipan dari Polres Kudus. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :