Tempa Karakter dan Disiplin “Pedang Mustika” Latih Pencak Silat Siswa SD Loramwetan 1 Kudus

oleh

Kudus, isknews.com – Sejumlah pelatih dari Lembaga Perguruan Seni Beladiri Pencak Silat Pedang Mustika Kabupaten Kudus kini merintis mengembangkan olahraga seni beladiri pencak silat ke sekolah-sekolah di Kabupaten Kudus. Salah satu sekolah yang kini menjadi binaannya adalah SD Loramwetan 1 Jati Kudus.

Misbah Saefudin, Ketua LEPSI “Pedang Mustika” dan Kepala SD Loram Wetan 1, Laila Hidayati saat membuka Latihan Pencak Silat hari pertama (Foto: YM)

Menurut Misbah Saefudin, Ketua Lembaga Pencak Silat Seluruh Indonesia (LEPSI) “Pedang Mustika” Desa Gribig Kecamatan Gebog Kudus, yang juga Wakil Ketua KONI Kabupaten Kudus, untuk rintisan awal ini lembaganya telah melatih dua sekolah yang selanjutnya akan dia kembangkan ke sekolah-sekolah lainnya melalui kerjasama dalam pendidikan ekstra kurikuler olahraga.

Pencak silat selain melatih kemampuan bela diri siswa, juga mampu meningkatkan semangat dan motiviasi dalam mengikuti proses belajar mengajar di sekolah.

TRENDING :  Ratusan Pebalap BMX Ramaikan Kejuaraan BMX MTB 4X Open Jepara

“Pembinaan pencak silat kepada siswa ini Insha Allah mampu membentuk sikap mental, pengembangan karakter budi pekerti, jiwa sportivitas dan pada akhirnya melahirkan siswa berprestasi dalam bidangnya,” ujar Misbah disela-sela latihan hari pertama pencak silat di SD Loramwetan 1 Kudus, Jumat (24/01/2019).

Ditempat yang sama Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Loram Wetan 1, Laila Hidayati mengatakan, ekstrakurikuler pencak silat adalah salah satu sarana dalam Pendidikan karakter yang mengarahkan siswa untuk mengembangkan potensi, minat, bakat dan sikap serta meminimalisir kegiatan negatif.

TRENDING :  Dongkrak Kinerja Dan Akuntabilitas Instansi Pemerintah, Pemkab Gelar Pelatihan SAKIP

Ekstrakurikuler pencak silat dipilih karena tidak hanya menitik beratkan pada aspek kognitif dan psikomotor tetapi juga aspek afektif yang berkaitan dengan nilai sikap dan perilaku.

“Sesuai dengan tuntutan abad 21 dimana Pendidikan dan pembelajaran di Indonesia dijiwai oleh penguatan karakter siswa yang dirumuskan dalam Pendidikan karakter. Karakter memiliki peran yang penting dalam Pendidikan untuk membentuk generasi penerus bangsa yang cemerlang dimasa mendatang,” ujar dia.

Melatih kedisiplinan anak masih menjadi persoalan tersendiri yang harus disikapi dengan bijak. Banyak metode diterapkan, namun hasilnya belum maksimal.

TRENDING :  Bapak Persiku Datang, Macan Muria Bangun Dari Tidur Panjang

“Salah satu optimalisasi membentuk karakter, ketegasan dan kedisiplinan anak, diyakini dapat dilakukan melalui kegiatan olahraga. Kami memiliki sejumlah kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, paling banyak olahraga,” ujarnya.

Di antara kegiatan ekstrakurikuler yang dikembangkan dan  dinilai mampu membentuk kedisiplinan anak atau siswa yaitu olahraga beladiri. Pencak silat menjadi pilihan, dan kini mulai digiatkan di sekolah SDN Loram Wetan 1 yang memiliki 170 siswa.

“Fokus awal kami adalah memperkenalkan olahraga pencak silat itu sendiri, yang penting mereka senang dahulu, baru ke depan anak- anak kita dorong antusiasmenya menjadi atlet- atlet berprestasi,” ungkapnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :