Temukan Bakat di Keterbatasan Pandemi, Siswa Siswa Sekolah Ini Rajai Kejuaraan Petanque

oleh -152 Dilihat
Kepala sekolah Abdullah Noor, guru olahraga Puspitaningrum dan siswa-siswi SMPN 1 Kaliwungu yang borong medali dalam kejuaraan Petanque (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Banyak bakat terpendam yang terekplorasi justru akibat keterbatasan dan kondisi yang tak terduga. Begitu halnya dengan temuan bakat para siswa-siswi di SMPN 1 Kaliwungu Kudus ini.

Akibat suasana pandemi covid-19 yang memunculkan sejumlah aturan  yakni Menjaga jarak atau physical distancing yang masih menjadi salah satu protokol kunci dalam upaya mencegah penyebaran Corona, serta sarana dan prasarana sekolah yang tidak memadai. Justru siswa disekolah ini kini dikenal dengan atlet-atlet olahraga Petanque yang muncul dari suasana keterbatasan pandemi. Sejumlah bakat dan prestasi siswanya dalam olahraga ini layak diperhitungkan di Kota Kretek hingga Provinsi Jawa Tengah.

Awalnya, Puspitaningrum guru olahraga di SMPN 1 Kaliwungu Kudus merasa harus berinovasi untuk tetap dapat memberikan praktik pelajaran olahraga bagi anak didiknya dengan mencobba memilihkan salah satu cabang olahraga yang dirasa dapat mengatasi hal tersebbut.

Alhasil dipilihlah olahraga Petanque, salah satu cabang olahraga (cabor) baru di Indonesia namun sudah diakui oleh Federasi Olahraga Pétanque Indonesia (FOPI) yang berdiri secara nasional sejak 2011. Olahraga itu kini sedang banyak dikembangkan di daerah dan sekolah-sekolah di Indonesia.

Menurut Puspitaningrum, olah raga ini dipilih karena bisa dilakukan secara individu maupun beregu sehingga tidak melanggar protokol kesehatan yang sedang ketat dilakukan saat itu.

“Ini adalah semacam permainan bola besi yang berakar dari budaya Yunani Kuno. Pétanque dimainkan dengan cara melempar bola besi sedekat mungkin dengan bola kayu yang diletakkan di depan pemain sebagai sasaran dan kaki harus berada di lingkaran kecil. Permainan ini biasa dimainkan di rerumputan, pasir, atau permukaan tanah lain,” kata dia, beberapa waktu lalu.

Dengan keseriusannya melatih siswa siswinya tersebut, guru olahraga yang juga atlet beladiri penyandang ban sabuk hitam ini siswa didiknya berhasil memborong 4 medali dalam Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) 2022.

“Dua medali emas serta dua medali perak berhasil di bawa pulang atas kejuaraan yang berlangsung pada 21-22 September 2022 itu di Gedung Olahraga (GOR) Bung Karno Kudus,” kata dia.

Puspitaningrum mengungkapkan, ada 9 siswa-siswi kelas VIII dan IX yang mengikuti kegiatan tersebut. Dari 5 sektor yang dilombakan, setidaknya tiga sektor berhasil membawa pulang medali.

Pertama ada sektor tunggal putra yang mendapat medali emas atas nama M. Zikri Robby Pemekas. Kedua, sektor ganda putra berhasil meraih medali emas dan medali perak.

Peraih medali emas ada pasangan Urip Aditya Nashwa dan M. Zikri Robby Pemekas. Kemudian untuk medali perak diraih pasangan M. Ulil Albab dan Putra Aditya Wardhana.

Tidak berhenti di situ, dari sektor ganda putri juga menyumbangkan medali emasnya bagi SMPN 1 Kaliwungu. Yakni pasangan Zahra Awalia Setiawan dan Tia Utami yang dengan kekompakannya bisa memberikan hasil terbaiknya.

“Alhamdulilah untuk Kejurkab bisa meraih dua medali emas dan dua medali perak. Tapi memang untuk yang sektor tunggal putri dan campuran, kita belum bisa meraih medali,” kata Puspita saat dimintai keterangan, Sabtu, 1 Oktober 2022.

Sejauh ini, Puspita mengungkapkan bahwa anak didiknya baru meraih medali di tingkat kabupaten. Sedangkan keikutsertaan di tingkat provinsi, sudah pernah dijajal beberapa waktu lalu.

“Tapi sejumlah sekolah diluar kota pernah meminjam siswanya untuk mewakili salah satu Kabupaten di Jawa Tengah. Artinya prestasi kita telah banyak diketahui oleh mereka,” terangnya.

Dengan capaian yang diraih terakhir, tim Petanque SMPN 1 Kaliwungu dikatakan Puspita sedang mempersiapkan diri mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2023. Meskipun tidak dengan tim yang ada saat ini, tim Petanque kelas VII sedang berlatih mempersiapkan diri mengikuti perlombaan nantinya.

“Olahraga Petanque ini termasuk ekstrakurikuler. Seminggu kita latihan tiga kali, Selasa, Kamis, dan Sabtu. Jadi sudah mulai diikuti siswa-siswi kelas VII juga,” terangnya.

Olahraga Petanque ini, memang cukup baru bagi SMPN 1 Kudus. Tercetusnya ide untuk berlatih Petanque diceritakan Puspita karena pandemi covid-19 di awal tahun 2020. Saat sekolah bingung ingin mengadakan kegiatan apapun tanpa bersentuhan langsung, terbersit lah niat belajar Petanque. Sebuah olahraga yang bisa menghasilkan prestasi tanpa harus bersentuhan langsung.

Setelah dua tahun berlangsung, olahraga ini pun diminati banyak siswa-siswi. Setidaknya ada 50 anak yang tertarik mengikuti ekstrakurikuler Petanque. Dengan ditunjang alat-alat olahraga yang telah disediakan sekolah.

“Alat-alat olahraga sekolah sudah menyediakan. Tapi masih ada kendala, jarak kita ke GOR Kudus itu jauh. Kendala di situ. Karena tempat latihan Petanque itu harus dengan lapangan khusus,” terang Puspita.

Sementara itu, Kepala SMP 1 Kaliwungu Kudus, Abdullah Noor merasa bersyukur atas prestasi yang diraih para siswa-siswinya. Hasil yang didapat ini pun, dikatakan Abdullah tidak lepas dari bimbingan dari pembina olahraga Petanque.

“Syukur alhamdulilah atas prestasi anak-anak. Ini juga tidak lepas dari bimbingan dari pembina. Kami sangat bersyukur bahwa setiap bulannya SMPN 1 Kaliwungu selalu memperoleh prestasi,” ungkapnya.

Kemudian, Syarifatul Faidah merasa tertarik belajar olahraga Petanque karena banyak hal yang bisa dipelajari. Termasuk bisa memperbanyak teman dan menguatkan mentalnya sebagai pemain olahraga.

Siswi kelas IX itu sejauh ini sudah pernah meraih medali emas sektor tunggal putri dan ganda putri. Ke depan, ia bisa meraih medali emang di tingkat provinsi maupun nasional. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.