KUDUS, ISKNEWS.COM – Dentuman musik khas arena catwalk berpadu dengan gemerlap lampu dan lenggak-lenggok para peraga busana menghidupkan suasana Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Namun, ada pemandangan yang tak biasa malam itu, ketika Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama istrinya, Endhah Endayani, hingga jajaran pejabat daerah ikut melenggang di atas catwalk.
Mereka bukan model profesional. Para pejabat tersebut tampil dalam gelaran Fashion on the Street yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Kudus ke-477.
Endhah Endayani yang merupakan Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Kudus menjadi penggagas perhelatan tersebut. Ia bersama Sam’ani tampil memeragakan busana karya rumah fashion lokal Kudus.
Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton juga turut tampil. Satu per satu pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), sebagian unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sembilan camat di Kabupaten Kudus ikut melenggang di atas catwalk.
Sebagian tampil sendiri, sementara lainnya berpasangan dengan istri. Busana yang dikenakan merupakan karya desainer dan rumah fashion lokal Kudus.
Perhelatan tersebut diikuti sebanyak 35 brand fashion lokal Kudus. Sebagian besar brand tersebut telah memiliki pasar berskala nasional, bahkan sejumlah di antaranya telah menembus pasar ekspor.
Sebelum panggung berubah menjadi catwalk, masyarakat yang hadir terlebih dahulu dihibur penampilan Reza Zakarya, penyanyi yang dikenal melalui ajang D’Academy Asia, tari-tarian dan penganugerahan pemenang lomba desain batik khas Kudus.
Setelah itu, satu per satu busana karya brand lokal diperagakan. Kehadiran para pejabat di atas catwalk sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap pelaku fashion dan UMKM Kudus untuk memperluas pemasaran produknya.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan Fashion on the Street merupakan bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Kudus ke-477 yang berlangsung lancar.
“Ini rangkaian Hari Jadi Kabupaten Kudus ke-477. Alhamdulillah berjalan dengan lancar. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Kapolres, Pak Komandan Kodim, Pak Kajari, Ibu Pengadilan, Ibu Wakil, semuanya hadir dan tampil. Termasuk OPD juga ikut tampil,” ujar Sam’ani.
Menurutnya, keterlibatan para pejabat dalam peragaan busana tersebut bukan sekadar untuk memeriahkan acara. Mereka sengaja tampil sebagai model untuk membantu memasarkan produk UMKM lokal.
“Ini dimaksud kita-kita semuanya sebagai model untuk memasarkan hasil UMKM yang ada di Kabupaten Kudus,” katanya.
Sam’ani menilai produk UMKM Kudus memiliki kualitas yang sangat baik. Ia berharap produk lokal tersebut tidak hanya dikenal di Kudus dan Jawa Tengah, tetapi mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
“Untuk hasil-hasil UMKM di Kabupaten Kudus kualitasnya sangat luar biasa, bagus-bagus. Mudah-mudahan bisa tidak hanya di kancah kabupaten, provinsi, tetapi sampai ke dunia,” ungkapnya.
Ditanya mengenai pengalamannya berjalan di atas catwalk, Sam’ani mengaku sempat merasa deg-degan. Namun, dukungan sang istri yang mendampinginya membuat dirinya lebih percaya diri.
“Kalau jalan-jalan biasa, pagi saya juga jalan. Biasa saja. Deg-degan juga, tapi karena didampingi istri dan sempat disemangati,” ujarnya.
Tak hanya Bupati, Sekda Kudus Eko Djumartono juga mengaku grogi ketika harus tampil di atas catwalk. Terlebih, dirinya menjadi penampil pertama dari kalangan OPD.
“Grogi pasti, apalagi saya yang pertama dari OPD. Setelah saya kan sudah banyak yang tampil, jadi mungkin lebih santai,” kata Eko.
Meski sempat grogi, Eko menyebut keikutsertaan jajaran pemerintah dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pelaku UMKM dan industri fashion lokal.
“Ini bagian dari bagaimana kita ikut memeriahkan Hari Jadi Kudus sekaligus memberikan dukungan kepada UMKM. Ini bukan sekadar tampil di catwalk, tetapi bagaimana kita bersama-sama ikut mempromosikan produk UMKM Kudus,” ujarnya.
Selain peragaan busana, rangkaian acara juga diisi dengan penyerahan hadiah kepada para juara Lomba Desain Batik Khas Kudus 2026 yang diselenggarakan oleh Dekranasda Kabupaten Kudus.
Dimas Andre Susanto berhasil menjadi pemenang melalui karya batik bertema “Reroncen Wahyu Kudusan”.
Lomba tersebut menjadi ruang untuk menggali kreativitas sekaligus memperkuat identitas batik khas Kudus melalui karya para desainer.
Usai mengikuti rangkaian Fashion on the Street, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris kemudian meninjau puluhan stan yang mengikuti Semarak Kudus Expo UMKM 2026 di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.
Bupati melihat secara langsung beragam produk yang dipamerkan para pelaku UMKM dalam kegiatan yang juga menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Kudus ke-477 tersebut.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Airin Nikmah, yang turut tampil menjadi narasumber penutup mengapresiasi gelaran tersebut.
Menurut Airin, keberadaan Forum Kudus Fashion Community mampu menjadi wadah untuk mengangkat potensi lokal Kabupaten Kudus.
“Selaku perwakilan dari OPD, saya sangat mengapresiasi. Teman-teman yang tergabung dalam Forum Kudus Fashion Community ini benar-benar bisa mengangkat potensi lokal daerah Kudus,” ungkapnya.
Ia menilai salah satu kekuatan kegiatan tersebut adalah keterlibatan pelaku UMKM dari berbagai tingkatan.
“Semua UMKM pelaku usaha tidak hanya yang levelnya sudah besar, tetapi benar-benar bisa menggandeng semua level UMKM, dari yang kecil, sedang maupun yang sudah besar, untuk menunjukkan semua produk unggulannya,” jelasnya.
Menurut Airin, produk fashion yang ditampilkan memiliki konsep kreatif, inspiratif dan mengikuti perkembangan tren. Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu memperluas pasar bagi para pelaku usaha.
“Fashion ini sangat inspiratif, sangat kekinian dan pastinya berharap pasarnya bisa semakin luas serta semakin memberikan manfaat positif untuk teman-teman pelaku usaha UMKM,” katanya.
Airin berharap geliat fashion dan UMKM tersebut dapat semakin memperkuat posisi Kudus sebagai pusat ekonomi kreatif bagi daerah-daerah di sekitarnya.
“Semoga Kudus bisa menjadi kabupaten yang lebih handal, sehat. Kemudian semuanya lebih berpusat di sini, Kudus jadi episentrum untuk kabupaten kota sekitar dan tentunya semoga Kudus bisa mendunia,” pungkasnya. (YM/YM)










