Tersindir Dengan Syair Shalawat dan Puji Pujian, Pria Ini Bacok Takmir Mushola

oleh -205 Dilihat

Kudus, isknews.com – Muslim Afandi (55) takmir Mushola Darrul Ulum yang berlokasi tak jauh dari lapangan panahan
Gondangmanis, Kecamatan Bae Kudus, terpaksa dilarikan ke Rumah sakit oleh para tetangganya semalam, Minggu (27/10/2019).

Muslim Afandi (55) takmir mushola Darrul Ulum korban bacokan yang dilakukan oleh tetangganya sendiri (Foto: YM)

Muslim mengalami luka akibat parang yang berusaha disabetkan ke tubuh korban oleh tetangganya sendiri Rawuh (50) akibat merasa risih dengan shalawatan dan syair puji-pujian berbahasa jawa yang dianggap menyinggung dirinya terutama pada syair yang berkisah tentang hukuman orang yang tak menjalankan shalat.

Keterangan itu disampaikan oleh Kapolsek Bae, AKP Ngatmin saat ditemui di Mapolsek Bae terkait peristiwa tersebut, menurutnya Rawuh tersinggung dengan syair sholawatan yang kerap dilantukan oleh Muslim di Musholanya.

“Rawuh yang sebetulnya tetangga korban adalah warga desa Desa Gondangmanis RT 7 RW 11, Kecamatan Bae, dia nekat membacok tetangganya sendiri akibat ketidak sukaan pada isi syair jawa puji-pujian tersebut, pasalnya dalam syair itu menggambarkan hukuman atau siksa bagi kaum muslim yang tidak menjalankan ibadah salat,” ujar Kapolsek Bae.

Rasa ketersinggungan yang lama membara ini, akhirnya membuat Rawuh gelap mata. Tepat sebelum adzan Isya’ dikumandangkan. Rawuh datang membawa sebuah parang, yang digunakannya untuk menghabisi orang yang dicarinya Muslim.

Sebelumnya Rawuh sempat memecah kaca jendela mushola dan berusaha masuk untuk mencari Muslim yang tengah bersholawat .

“Beruntung sabetan parang tersebut mampu ditangkas Muslim dan mengakibatkan korban mengalami luka sayatan di sejumlah bagian,” ungkapnya.

Saat ini, pihaknya telah mengamankan pelaku pembacokan tersebut. “Pelaku kini kami amankan di Mapolsek untuk kami periksa lebih lanjut,” ujarnya

Akibat perbuatannya ini, Rawuh terjerat pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal dua tahun penjara.

“Namun kami juga akan memeriksakan kesehatan fisik dan psikis pelaku, karena pelaku ini memang mengidap penyakit menahun yang seprtinya akut dan terlihat berdampak pada psikis dia, sehingga menjadikan dia tak dapat mengendalikan diri,” ujar AKP Ngatmin.

Sementara itu ditemui di Rumah Sakit Aisyiyah Kudus, korban yang saat ini sedang dirawat mengaku memang telah lama bercekcok dengan tetangganya itu. Hal tersebut, bermula saat dirinya didapuk sebagai takmir di Mushola Darrul Ulum.

“Saya kalau sholawatan pakai syair jawa (yang dipopulerkan oleh Gus Dur – red). Dia tidak suka, lalu saya berusaha akan di bunuhnya dengan sabetan parangnya namun Alhamdulillah saya berhasil menagkis dan berakhir di Rumah sakit ini, ” kata Muslim saat ditemui sejumlah awak media di Ruang Zaenab. (YM/YM)

.

No More Posts Available.

No more pages to load.