Terus Bertambah, Jumlah Kandang Kambing Yang Didirikan Di Atas Tanggul Sungai Jratun

oleh -1,159 kali dibaca

KUDUS, isknews.com – Jumlah kandang kambing yang dibangun atau didirikan di atas tanggul Sungai Jratun, di sebelah utara jembatan Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, kini terus bertambah. Kalau sekitar satu bulan lalu, hanya kurang dari 10 kandang, sekarang sudah menjadi belasan kandang. Warga yang mendirikan kandang kambing itu, agaknya tidak memikirkan resiko kalau kandang itu akan hanyut roboh, dengan posisi sebagian besar bangunan kandang berada di atas sungai.
Pantauan isknews.com – dari atas jembatan, Rabu (16/12), kandang kambing yang jumlahnya sekitar 15 itu, yang paling banyak didirikan di atas tanggul sisi sebelah barat, berderet dan berdempet-dempetan. Bahan yang digunakan rata-rata dari bambu, baik untuk tiang maupun reng (penyangga atap), sedangkan untuk dindingnya terbuat dari anyaman bambu atau ada juga yang menggunakan papan bekas, dan untuk atapnya terbuat dari seng bekas.
Semua kandang itu dibangun menghadap ke tanggul, atau membelakangi sungai, dengan sebagian besar bangunannya berada di atas sungai. Sebagai penyangga kandang pun hanya menggunakan batang-batang bambu berukuran kecil, yang ditancapkan di atas tanah tanggul yang posisinya miring. Padahal di bawah tanggul tersebut, mengalir sungai Jratun yang baru saja dinormalisasi, yang sewaktu-waktu airnya meluap jika terjadi banjir. Bukan hanya bangunan kandang yang akan menjadi korban, namun juga puluhan ekor kambing yang dipelihara dan ditempatkan di kandang-kandang itu.
Sebagaimana diberitakan di isknews.com, normalisasi Sungai Jratun, ruas Dukuh Jelak , Desa Kesambi – Jembatan Payaman, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, memunculkan sisi lain, yakni adanya sejumlah warga desa yang tinggal di sekitar sungai tersebut, yang mendirikan kandang kambing. Posisi kandang yang terbuat dari bambu dan kayu itu, sebagian besar, atau bagian belakangnya menjorok ke lereng bagian dalam sungai.
Kandang-kandang kambing itu sebagian besar bahannya terbuat dari bambu berukuran tidak seberapa besar, termasuk yang untuk tiang menyangga bagian utama kandang, yang ditancapkan pada tanah lereng tanggul Sungai Jratun, bagian dalam. Sekilas dengan melihat posisinya, rawan roboh jika tanggul tersebut longsor.
Namun menurut Jasmin, salah seorang warga yang mendirikan dan juga pemilik kandang kambing di atas tanggul Sungai Jratun itu. Warga Desa Gulan, Kecamatan Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus itu, menuturkan, kondisi tanah tanggul Sungai Jratun setelah ditinggikan, cukup keras, sehingga pihaknya tidak merasa khawatir atau takut, kalau kandang kambingnya itu akan ambles tiang-tiangnya, atau longsor. Sehingga kandang kambingnya tidak akan roboh. “Kandang milik saya berukuran sekitar 15 x 2,5 meter, saya gunakan untuk memelihara sebanyak 50 ekor kambing jenis gibas.” (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :