KUDUS, ISKNEWS.COM – Tim tari kreasi SMPN 1 Kudus menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih juara pertama dalam ajang Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026 tingkat nasional. Keberhasilan tersebut sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Kudus di kancah pendidikan dan seni budaya nasional.
Tim yang terdiri atas lima siswa itu turut menyumbangkan medali emas bagi Jawa Tengah. Capaian tersebut ikut mengantarkan provinsi ini meraih predikat juara umum pertama FLS3N 2026.
Berdasarkan data perolehan medali yang dipublikasikan melalui akun Instagram @bbpmjateng, Jawa Tengah mengumpulkan 24 medali. Rinciannya meliputi 10 emas, sembilan perak, dan lima perunggu.
Jawa Barat berada di peringkat kedua dengan raihan 17 medali, terdiri atas delapan emas, empat perak, dan lima perunggu. Adapun posisi ketiga ditempati Jawa Timur yang mengoleksi 13 medali, dengan rincian enam emas, enam perak, dan satu perunggu.
Medali emas dari kategori tari kreasi jenjang pendidikan dasar (dikdas) dipersembahkan oleh lima siswa SMPN 1 Kudus. Mereka adalah Andika Hendratmanto, Cecilia Agsenia, Felisia Calista, Ganendra Geisan, dan Samara Zara.
Wakil Kepala Kesiswaan SMPN 1 Kudus, Sugiarto, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian para siswa. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kesungguhan siswa dalam berlatih dan mengembangkan potensi di bidang seni.
Ia menuturkan, prestasi di tingkat nasional itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi seluruh keluarga besar sekolah. Apalagi, pencapaian tersebut diraih melalui bidang seni tari yang turut menjadi sarana untuk mengenalkan dan melestarikan budaya.
Sugiarto juga menyampaikan terima kasih kepada para siswa, pembina, pelatih, dan orang tua yang telah memberikan dukungan selama proses persiapan hingga kompetisi berlangsung. Apresiasi turut diberikan kepada Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus atas dukungan yang diberikan.
Meski telah meraih gelar juara nasional, ia berharap para siswa tetap rendah hati dan terus meningkatkan kemampuan. Prestasi tersebut diharapkan menjadi penyemangat untuk mengembangkan bakat sekaligus memperkuat kecintaan terhadap seni dan budaya Indonesia.
Sugiarto juga berharap keberhasilan tim tari kreasi itu dapat memotivasi siswa lainnya untuk berani mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Menurutnya, kesempatan untuk berprestasi terbuka di berbagai bidang, baik akademik maupun nonakademik.
Sebagai bentuk apresiasi, pihak sekolah berencana memberikan kesempatan kepada tim tari kreasi tersebut untuk tampil di lingkungan SMPN 1 Kudus saat jeda semester pertama pada Desember 2026.
Rencana penampilan itu diharapkan menjadi momen bagi warga sekolah untuk menyaksikan karya para siswa secara langsung. Selain menjadi ajang apresiasi, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat siswa lain untuk terus berkarya dan meraih prestasi. (AS/YM)


