Kudus, isknews.com – Saat ini Manajemen Risiko, Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) menjadi program yang tak terpisahkan satu dengan lain sehingga dalam pelaksanaannya perlu dintegrasikan menjadi program yang terpadu dalam hal ini Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien tingkat Rumah Sakit dan Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien tingkat Unit Rumah Sakit.
Untuk mengukur keberhasilan perbaikan mutu yang telah dilakukan, diperlukan indikator mutu dan keselamatan pasien yang dianalisa dan divalidasi sebagai gambaran tolok ukur keberhasilan rumah sakit dalam meningkatkan mutunya.

Rusnoto, SKM., M.Kes. (Epid) saat memberikan sambutan kepada
Tim Perbaikan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) Rumah Sakit (Foto: istimewa)
Hal itu dikatakan oleh Azizah juru bicara Universitas Muhammadiyah Kudus, menurutnya pada tanggal 24-25 September 2019 bekerjasama dengan RSUD dr. Loekmonohadi Kudus, UMKU melaksanakan kegiatan In House Training (IHT) Validasi & Analisis Data. Kegiatan ini diikuti oleh Peserta dari Tim Perbaikan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) RSUD dr. Loekmonohadi Kudus.
“Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini, langsung diisi oleh pemateri dari Universitas Muhammadiyah Kudus,” jelas Azizah, Kamis (26/09/2019.)
Para pemateri itu diantaranya adalah Rusnoto, SKM., M.Kes. (Epid) (Rektor UMKU), Anny Rosiana M, M.Kep., Ns. Sp. Kep. J. (Warek III UMKU), Indanah, M.Kep., Ns. Sp. Kep. An. (Dekan Fakultas Kesehatan UMKU) dan M. Purnomo, S.Kep., MH. Kes. (Ketua LPM UMKU).
” Beberapa materi yang disampaikan dalam kegiatan In House Training ini diantaranya Standart Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien, Pengumpulan Data Indikator Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien, Analisa Data Indikator dan lain-lain,” tambah dia.
Selain beberapa materi tersebut, kegiatan ini juga mempraktekkan dalam menganalisa dan memvalidasi data.
Sementara itu, pada pengantar kegiatan IHT ini, drg Umi Imamah yang juga Ketua Komite PMKP RSUD dr. Loekmonohadi Kudus menyampaikan bahwa dari pelaksanaan kegiatan ini diharapkan peserta dari MPKP dapat memahami mengenai analisis data rumah sakit dan validasi keakuratan dari data tersebut.
“Pelatihan ini menekankan bahwa perencanaan, perancangan, pengukuran, analisis, dan perbaikan proses klinis serta manajerial harus secara terus menerus dikelola dengan baik dengan kepemimpinan jelas agar tercapai hasil maksimal,” tandasnya. (YM/YM)







