Tingkatkan Mutu dan Kompetensi, Ratusan Pengelola PAUD di Kudus Ikuti Diklat

oleh
Foto: Ratusan pengelola Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kelompok bermain atau kepala PAUD di Kudus terlihat serius mengikuti diklat Pengelola PAUD (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Guru PAUD menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk karakter anak sejak dini.

“Tanggung jawab guru PAUD tidak hanya sekedar mengajar tetapi perlu juga membentuk karakter anak sejak dini,” demikian pesan Moh Sholeh, Kabid PAUD dan Dikmas pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, saat membuka acara diklat pengelola PAUD di Hotel Hom Kudus, Senin (02-04-2018).

Soleh mengatakan, Pemkab Kudus memberikan apresiasi yang tinggi terhadap panitia pelaksana yang melakukan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) secara mandiri.

TRENDING :  Juara 1 Lomba Bercerita SD Tingkat Kab.Kudus Diraih Pelajar SD 1 Kesambi Mejobo

“Inisiatif seperti ini perlu disyukuri karena rekan-rekan Himpaudi miliki perhatian terhadap perkembangan peningkatan mutu pendidikan dan tenaga kependidikan,” jelas Soleh

Sementara Ketua Himpaudi Kudus, Maryatin, menerangkan bahwa Diklat yang digelar Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kudus ini diadakan selama 5 hari (2-6 April 2018).

Diklat yang diikuti sekitar 130 pengelola Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kelompok bermain atau kepala PAUD ini telah sesuai dengan standart nasional pengelolaan PAUD, kemendikbud nomor 137 tahun 2014, sehingga pengelola PAUD betul-betul berkompeten menjadi pengelola.

TRENDING :  Jam Kerja, Camat Margorejo Malah Asik Pijat di Dalam Kantor

Saat ini, lanjut Maryatin, pendidik PAUD di Kudus yang sudah punya kompetensi baru 37 pengelola lembaga, dari jumlah 217an pengelola. Adapun Pemateri dalam diklat kali ini dari Master Of Trainer, yang telah berpengalaman dan mendapatkan sertifikat kepelatihan dari tingkat kementrian pendidikan dan kebudayan Indonesia. “Selama Diklat berlangsung, Studi kasus dengan teori 40 persen, sedangkan 60 persen praktek,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam diklat tersebut yang terpenting adalah mampu menyerap materi yang disampaikan kemudian diaplikasikan ke peserta didik, sehingga apa yang diharapkan bisa berdampak positif terhadap rekan guru maupun sekolah masing-masing.

TRENDING :  Puluhan Ribu Warga Tolak FDS, Bupati Kirim Surat Untuk Presiden

“Kebanyakan persoalan yang terjadi saat ini bersumber dari lemahnya karakter. Oleh karena itu saya pesan kepada semua guru PAUD menekankan pendidikan karakter tenaga pendidik merupakan pelayan publik, jadikan momen ini sebagai introspeksi diri untuk memperbaiki layanan pendidikan di tingkat dasar. Hal ini sangat penting dalam usia Golden Age (1-5 tahun) untuk pembentukan karakter anak.” harap Maryatin. (AJ/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :