Tingkatkan Pengetahuan dan Wawasan, KONI Kudus Gelar Pelatihan Pelatih Fisik Level 1 Nasional

oleh

Kudus, isknews.com – Sejumlah agenda dalam rangka mendongkrak mutu pelatih cabang olahraga digelar oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kudus. Setelah pekan sebelumnya di Gedung sekretariat KONI digelar Kursus Pelatihan Lisensi D 2020 oleh Asosiasi Sepak Bola (Askab) PSSI Kabupaten Kudus.

Terhitung selama empat hari dimulai dari hari ini, melalui Bidang Pembinaan Presatasi (Binpres) KONI menggelar Pelatihan Pelatih semua cabang olahraga Level I, 16 Oktober-19 Oktober 2020 di hotel @hom Kudus, dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan wawasan pelatih cabang Olahraga khususnya dibawah binaanya,

Terhitung selama empat hari dimulai dari hari ini, melalui Bidang Pembinaan Presatasi (Binpres) KONI menggelar Pelatihan Pelatih semua cabang olahraga Level I, 16 Oktober-19 Oktober 2020 di hotel @hom Kudus, dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan wawasan pelatih cabang Olahraga khususnya dibawah binaanya, Jumat (16/10/2020).

Menurut ketua KONI Antoni Alfin, sebanyak 35 orang pelatih yang ditujuk oleh ketua pengkab olahraga masing-masing tercatat mengikuti program kepelatihan yang menghadirkan Ria Lumintuarso dan Devy Tirna asal Yogyakarta sebagai pemateri.

35 orang pelatih yang ditujuk oleh ketua pengkab olahraga masing-masing saat mengikuti program kepelatihan yang menghadirkan Ria Lumintuarso pelatih bersertifikasi nasional sebagai pemateri (Foto: YM)

Menurutnya kedua pemateri tersebut merupakan pelatih yang sudah mengantongi lisensi kepelatihan fisik nasional dan bahkan Asia Pasifik.

“Program yang digelar oleh Binpres ini bersertifikasi nasional, bahkan juga diikuti oleh dua orang peserta dari luar kota,” kata Antoni saat ditemui disela-sela pelaksanaan kegiatan tersebut, Jumat (16/10/2020) pagi.

Diharapkan, paska pelatihan setiap cabang olahraga mempunyai pondasi yang baik terkait fisik atletnya. Jika fisik sudah mumpuni, diharapkan mendukung peningkatan prestasi.

KONI mendukung sepenuhnya pelatihan tersebut. Dia berharap, kegiatan digelar kembali pada masa mendatang.

”Ini bagian dari pengembangan sumber daya manusia, khususnya kualitas atlet,” tandasnya.

Sementara itu ditempat yang sama, ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Kudus, Solichin, menyebut pelatihan fisik dinilai penting. Pengembangan olahraga berawal dari pembentukan fisik yang mumpuni.
”Kami hadirkan pakar yang mempunyai kompetensi pelatihan fisik,” ujarnya.

Melalui program dan arahan yang baik, diharapkan membentuk fisik yang baik. Kedua pakar membantu mengarahkan bagaimana dan hal apa saja yang dapat dilakukan untuk peningkatan kondisi fisik atlet.

”Sifatnya universal, dan berlaku untuk semua cabang olahraga,” ungkapnya.

Selain teori, peserta dibekali praktik lapangan. Prosentase materi teori dan praktik berimbang.

”Pesertanya sebenarnya cukup banyak, tetapi beberapa mundur karena terbentur acara lainnya,” imbuhnya.

Setelah menerima pelatihan, peserta dapat menerapkannya pada lingkup pembinaannya. Jika peserta merupakan atlet, dapat mengaplikasikannya pada cabang yang dibinanya. Adapun guru, dapat mengajarkan kepada murid-muridnya.

Selama ini, keberadaan pelatih fisik terbatas. Padahal, setiap cabang olahraga membutuhkan arahan pembentukan fisik yang baik. Tanpa dimodali kondisi fisik mumpuni, diyakini sulit bagi cabang olahraga mengembangkan prestasinya. (YM/YM)



KOMENTAR SEDULUR ISK :