TMMD Kudus Dongkrak Infrastruktur dan Potensi Desa Kandangmas

oleh -139 Dilihat
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris meninjau langsung pembangunan jalan TMMD ke-125 di Desa Kandangmas, Dawe.. Foto: istimewa

Kudus, isknews.com – Pembangunan infrastruktur di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kudus, dipercepat melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-125. Program ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, Polri, Pemkab Kudus, dan masyarakat dalam membuka akses jalan serta mendongkrak potensi ekonomi, ketahanan pangan, dan wisata religi.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menegaskan bahwa TMMD sangat membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur desa, terutama akses jalan strategis yang selama ini kurang mendapat perhatian. Menurutnya, melalui semangat gotong royong, jalan sepanjang 1,2 kilometer kini sedang dibangun dari dua sisi, disertai perbaikan jembatan yang sebelumnya ambrol.

“Dengan semangat gotong royong, jalan sepanjang 1,2 kilometer dibangun dari dua sisi. Jembatan yang sebelumnya ambrol kini menjadi sasaran tambahan yang dikerjakan TNI. Nilainya bisa mencapai Rp2,5 miliar,” ujar Sam’ani, Kamis (31/7).

Pembangunan jalan tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga sekaligus membuka akses ekonomi yang lebih luas. Desa Kandangmas sendiri dikenal sebagai sentra jagung, tebu, dan telur ayam. Dengan adanya jalan baru, distribusi hasil pertanian dan peternakan warga diproyeksikan menjadi lebih efisien.

Selain mendukung sektor pertanian, TMMD juga dinilai memiliki dampak pada sektor wisata. Desa Kandangmas menjadi salah satu destinasi wisata religi dengan keberadaan Makam Keramat Raden Ayu Dewi Nawangsih. Peningkatan akses jalan diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan untuk berziarah.

“Ini sejalan dengan program Astagita Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pengembangan infrastruktur desa. Harapannya, ekonomi warga tumbuh dan wisata juga makin hidup,” imbuh Sam’ani.

Meski pengerjaan dilakukan secara manual, pembangunan jalan tetap mengacu pada standar mutu beton K-225. Kehadiran TNI di lapangan bukan hanya tenaga teknis, tetapi juga menjadi penggerak gotong royong warga yang ikut serta membantu jalannya pembangunan.

Selain pembangunan fisik, TMMD Reguler ke-125 juga menekankan program nonfisik yang menyentuh aspek sosial dan edukasi masyarakat. Sejumlah penyuluhan digelar, mulai dari pencegahan stunting, bahaya narkoba, hingga wawasan kebangsaan. Program ini menghadirkan guru, bidan, penyuluh, dan pendamping desa sebagai narasumber.

Untuk memperkuat sinergi, Pemkab Kudus juga menggagas program “ngeluruk desa” bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Melalui program ini, petugas desa akan rutin turun langsung ke lapangan untuk mendengar aspirasi warga. “Petugas desa akan diberi insentif Rp200 ribu per bulan sebagai bentuk dukungan pemerintah,” jelas Sam’ani.

Komandan Kodim 0722/Kudus, Letkol Inf Hermawan Setya Budi, menyampaikan bahwa progres TMMD telah mencapai 50 persen di hari ke-7. Ia memastikan semua sasaran pembangunan baik fisik maupun nonfisik akan tuntas sebelum penutupan pada 21 Agustus 2025.

“Selain jalan dan jembatan, TMMD juga menyentuh warga lewat pembangunan enam Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), 20 jamban, serta pengeboran air bersih di enam titik. Kami pastikan sebelum penutupan seluruhnya rampung,” jelasnya.

Hermawan menambahkan, program RTLH yang dikerjakan bersama CSR dan Baznas diprioritaskan bagi keluarga prasejahtera. Sementara itu, pembangunan jamban sehat bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat desa yang sebelumnya masih terbatas dalam sanitasi.

Khusus pengeboran air bersih, enam titik dipilih berdasarkan kebutuhan mendesak di wilayah rawan kekeringan. Dengan adanya sumur bor baru, diharapkan warga tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih di musim kemarau.

Lebih dari sekadar pembangunan, TMMD disebut menghadirkan semangat kebersamaan. Prajurit TNI bergotong royong bersama warga setiap hari, bahkan ikut tinggal dan makan bersama di rumah warga. Hal ini semakin mempererat hubungan antara TNI dengan masyarakat.

Keberadaan TMMD di Kandangmas tidak hanya disambut antusias warga, tetapi juga memberi harapan baru untuk masa depan desa. Dengan infrastruktur yang lebih baik, sektor ekonomi, pertanian, hingga pariwisata diharapkan terus tumbuh dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“TMMD adalah bentuk nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Kami ingin setiap warga merasakan langsung manfaat pembangunan ini,” pungkas Letkol Hermawan (AS/YM)