Tradisi Dandangan, Bukti Kudus Kota Sentra Dagang

oleh -1,238 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Ikut sertanya UMKM se-Jawa Tengah dalam meramaikan tradisi Dandangan pada tahun ini, semakin menambah kemeriahan even yang hanya diadakan setiap satu tahun sekali menjelang bulan puasa di Kabupaten Kudus.

image

Sekda Kudus Nor Yasin menjelaskan, kehadiran UMKM se-Jateng pada even Dandangan tahun ini merupakan terobosan baru dari Pemkab Kudus, dalam memfasilitasi pelaku UMKM di Jateng untuk memamerkan dan mengenalkan produknya.

“Kita berusaha untuk meningkatkan perekonomian terutama para pelaku UMKM dengan memberikan fasilitas, baik yang berasal dari Kudus sendiri maupun dari Kabupaten/Kota lain di Jateng,” kata Nor Yasin pada isknews.com, Sabtu (28/5).

image

Dirinya menambahkan, untuk yang dari luar Kudus dari awal sudah disiapkan sejumlah 35 stan khusus yang ada di sepanjang Jl Dr Ramelan, dengan batas maksimal masing-masing Kabupaten/Kota menghadirkan tiga UMKM pada setiap stannya.

“Ini sekaligus menjadi salah satu cara agar potensi dari luar Kudus bisa kita serap. Baik dari industri rumah tangga maupun yang lainnya. Sehingga dapat memacu semangat warga Kudus untuk berwirausaha,” ujarnya.

Nor Yasin berharap, dengan adanya even Dandangan diharapkan mampu mendongkrak perekonomian baik dari sisi pelaku ekonomi yang ada di Kudus, maupun menggerakkan roda perekonomian secara makro, karena disitu tempat terjadinya perputaran uang.

image

Sementara itu Bupati Kudus Musthofa yang sekaligus pembina forum UMKM Jateng, saat meninjau lokasi stan UMKM se-Jateng di Jl Dr Ramelan, Minggu (29/5) mengatakan, dirinya berkeinginan agar semua produk UMKM bisa dikenal luas. Sehingga nantinya forum tersebut bisa menjadi pusat dari berbagai produk UMKM di Jateng dengan mengoptimalkan jaringan yang sudah terbentuk.

“Kehadiran UMKM pada even Dandangan tahun ini juga sangat bagus untuk mengenalkan produk yang telah dibuat kepada masyarakat luas khususnya warga Kudus. Mereka bisa lebih mengenal, melihat, bahkan membeli produk UMKM dari seluruh wilayah Jawa Tengah,” kata Musthofa.

Didampingi Ketua DPRD Kudus, pejabat terkait, dan ketua Forum UMKM Jateng, bupati berharap ke depan produk UMKM se-Jateng semakin meningkat pemasaran dan produktivitasnya. “Sehingga penguatan ekonomi nasional bisa terwujud yang dimulai dari pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui UMKM,” jelasnya.

image

Perlu diketahui tradisi Dandangan dipercaya sudah berlangsung sejak zaman Sunan Kudus, yang dikenal sebagai tradisi berkumpulnya warga untuk menantikan pengumuman awal puasa dari Kanjeng Sunan. Diceritakan pada saat pengumuman dimulainya berpuasa ditandai dengan ditabuhnya bedug yang berbunyi “dang, dang, dang” yang kemudian orang menyebut sebagai tradisi Dandangan.

Banyaknya warga yang datang menanti pengumuman awal puasa di kawasan Menara Kudus pada saat itu, membuat warga sekitar berinisiatif untuk berjualan sambil menunggu pengumuman. Mereka menganggap hal tersebut sebagai peluang bisnis yang dapat menambah pemasukan.

Hal itu semakin menguatkan filosofi masyarakat Kudus “Gusjigang” yang memiliki arti sebagus-bagusnya orang itu adalah yang mau mengaji (belajar agama) dan mau berdagang (berwirausaha).

Tradisi dan filosofi itu hingga sekarang masih dipertahankan, terbukti setiap tahun selalu digelar even Dandangan. Pengunjung yang datang pun tidak pernah menurun bahkan terindikasi mengalami kenaikan setiap tahunnya. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :