Tren Minuman Rempah dari Pedawang, Tembus Pasar Luar Kota, Kebanjiran Pesanan hingga 15 Ribu Cup

oleh -831 Dilihat
Proses pengemasan minuman rempah asal Pedawang, Kudus. (Foto: YM)

Kudus, isknews.com— Tren minuman rempah dari Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, kian menguat. Produk minuman sehat berbasis rempah yang dirintis dari usaha rumahan kini kebanjiran pesanan, bahkan mampu menembus pasar luar kota hingga puluhan ribu cup.

Lonjakan permintaan terjadi terutama menjelang Hari Raya. Minuman rempah yang diolah dari bahan alami khas lereng Pegunungan Muria ini menjadi alternatif minuman sehat yang banyak diburu masyarakat.

Berbagai bahan seperti jahe, kunyit, sereh, alang-alang, hingga kayu manis diracik melalui proses khusus untuk menghasilkan cita rasa khas. Selain itu, pengemasan yang higienis dan praktis membuat produk tradisional ini tampil lebih modern dan mudah dipasarkan.

Produsen minuman rempah, Rubiyanti, mengatakan tren gaya hidup sehat turut mendorong meningkatnya minat konsumen terhadap produk berbahan alami. Ia pun menghadirkan beragam varian untuk memenuhi permintaan pasar.

Produk kami mengangkat olahan rempah lokal. Ada teh kulit nanas dengan varian kayu manis dan sereh madu, kemudian jarelang dari campuran jahe, jeruk nipis, sereh, dan alang-alang. Untuk yang paling diminati masih kunir asem,” ujarnya.

Menurutnya, kunir asem menjadi produk unggulan karena menggunakan bahan alami seperti gula aren, kayu manis, cengkih, dan asam jawa, sehingga memiliki rasa khas sekaligus manfaat kesehatan.

Permintaan yang melonjak membuat produksi meningkat drastis. Dari stok awal sekitar 100 karton saat awal Ramadan, penjualan terus bertambah hingga mencapai sekitar 15 ribu cup menjelang Lebaran.

Permintaan di luar ekspektasi. Bahkan sebelum Lebaran, pesanan sudah kami tutup karena tidak berani mengambil risiko terhadap kualitas produk,” jelasnya.

Produk minuman rempah asal Pedawang ini kini tidak hanya dipasarkan di wilayah Kudus dan sekitarnya, tetapi juga telah menjangkau berbagai daerah seperti Pati, Jepara, Semarang hingga luar kota.

Salah satu pembeli, Munajad, mengaku memilih minuman tersebut sebagai alternatif sajian Lebaran yang lebih sehat.

Rasanya unik dan berbeda. Cocok untuk suguhan tamu, sekaligus pengganti minuman kemasan biasa,” katanya.

Dengan harga berkisar Rp42 ribu hingga Rp70 ribu per karton, minuman rempah ini dinilai terjangkau dan memiliki nilai tambah. Tren ini menjadi bukti bahwa UMKM lokal mampu berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas, sekaligus mengangkat potensi kearifan lokal daerah. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.