Kudus, isknews.com – Suasana Pendopo Kabupaten Kudus mendadak terasa hangat pada Jumat sore (30/1/2026). Puluhan ibu-ibu lansia dan janda dari Desa Cendono, Kecamatan Dawe, dengan menumpang angkot datang bersilaturahmi menemui Bupati Kudus Sam’ani Intakoris.
Tak hanya itu mereka , sekitar 24 orang lansia tersebut tiba di pendopo sambal menjinjing buah tangan hasil kebun khas wilayah pegunungan Muria, mulai dari telo godang, pisang tanduk, jeruk bali, hingga alpukat.
Kedatangan rombongan lansia ini tak sengaja terekspos sejumlah awak media yang sedianya hadir untuk meliput pelantikan para pejabat baru dilingkungan Pemkab Kudus.
Ketua RT 3 RW 6 Desa Cendono, Suharsono, yang memimpin rombongan ini mengatakan kehadirannya bersama para lansia merupakan bentuk tanggung jawab moral atas janji yang pernah ia sampaikan kepada warganya.
“Kunjungan kami bersama warga ini bukan sekadar kunjungan biasa. Mereka bermaksud menepati nazar yang pernah kami ucapkan saat momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kudus kala itu,” ucapnya.
Meski telah lama dilantik, para warga itu mengaku baru memilki kesempatan bisa bersama-sama untuk menunaikan nazar mereka.
“Saya ke sini untuk memenuhi janji saya kepada ibu-ibu lansia, khususnya para janda di wilayah kami,” ucap Suharsono.
Ia berharap, melalui silaturahmi tersebut, pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih kepada kelompok janda dan lansia yang selama ini belum sepenuhnya tersentuh bantuan sosial.
“Harapan kami, para janda dan lansia ini bisa lebih diperhatikan. Masih banyak yang belum mendapatkan bantuan,” katanya.
Dari pantauan media ini, bahkan bupati Sam’ani sempat menunda pelantikan dalam beberapa saat demi untuk menemui rombongan warga tersebut dan menyambut langsung rombongan warga tersebut di pendopo.
Ia mengaku tak menyangka sekaligus merasa tersentuh melihat para lansia datang dengan membawa hasil kebun mereka sendiri.
“Kami kaget dan terharu. Ada ibu-ibu lansia yang datang karena nazar. Mereka dulu berjanji akan sowan ke pendopo jika saya dan wakil bupati terpilih,” ujar Sam’ani.
Sam’ani menegaskan bahwa pendopo merupakan rumah rakyat yang terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa sekat.
“Pendopo ini milik rakyat. Silakan datang kapan saja. Mau melihat-lihat sampai bagian belakang juga dipersilakan,” katanya.
Usai pertemuan dengan Bupati Sam’ani yang kebetulan juga bertepatan dengan akan digelarnya agenda pelantikan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Kudus, Bupati sempat mengajak para warga untuk room tour memasuki ruangan Pendopo, sambal menjelaskan ruang demi ruang mulai dari lobi depan hingga ke are pringgitan dan taman di belakang.
“Pendopo ini milik kita semua, milik warga Kudus, saya disini hanya ngenger, mari kita melihat suasananya di sini bersama-sama.” Ujar Sam’ani sambal memandu warga melihat-lihat ruang demi ruang di area Pendopo. (YM/YM)











