Tunjang Profesionalitas, LPVK Gelar Uji Kompetensi bagi Para Spa Terapis

oleh -563 kali dibaca
Para peserta uji kompetensi saat dinilai oleh tim penguji dari Asosiasi Spa Teraphist Indonesia (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Upaya bangkitkan kembali geliat ekonomi di Indonesia di bidang kosmetika dan spa kecantikan yang turut terdampak akibat pandemi, serta meningkatkan kualifikasi keahlian dibidang spa terapis.

Lembaga Pendidikan Vokasi Kudus (LPVK) menggelar uji kompetensi bagi para pekerja atau terapis di bidang Spa, di jalan Diponegoro No 5 Kudus, Sabtu (10/04). Uji kompetensi ini selenggarakan dengan tujuan untuk mendapatkan sertifikat keahlian dalam bidang Spa Terapi.

LPVK sendiri merupakan anak cabang dari Lembaga Pendidikan Vokasi Jakarta (LPVJ) yang terpusat di Jakarta. Dengan menyasar 20 peserta dari Jawa Tengah, diharapkan uji kompetensi ini bisa menjadi angin segar bagi para Spa Terapis untuk bisa membuka prakteknya secara resmi.

“Nanti mereka akan mendapatkan sertifikat. Nah, sertifikat ini bisa jadi bekal untuk meminta rekomendasi dari Asosiasi Spa Terapis Indonesia (ASTI) untuk mengajukan ke Departemen Kesehatan supaya dikasih ijin praktek secara resmi,” ujar Ketua Asosiasi Spa Teraphist Indonesia dan Direktur LPVJ dr. Kusumadewi Sutanto, Sabtu (10/04/2021).

Terkait dengan peserta yang diperobolehkan ikut uji kompetensi, Kusuma menyampaikan bahwa mereka yang sudah pernah belajar di bidang Spa memiliki kesempatan luas untuk ikut. Menurutnya, penting untuk mengikuti uji kompetensi ini agar para Spa Terapis bisa menjalankan bisnisnya secara baik dan ternaungi.

“Kali ini yang ikut kompetensi dari Jawa Tengah, mayoritas dari Semarang. Karena di Kudus, LPVK belum begitu dikenal jadi kita menyasar Jawa Tengah,” imbuhnya.

Ketua Asosiasi Spa Teraphist Indonesia dan Direktur LPVJ dr. Kusumadewi Sutanto (kanan) dan Direktur LPVK dr. Lianywati Batihalim (Foto: YM)

Sementara itu, Direktur LPVK dr. Lianywati Batihalim menambahkan, pelaksanaan kegiatan uji kompetensi bidang Spa Terapi merupakan agenda perdana yang menyasar di wilayah Kudus. Pihaknya melakukan kerjasama dengan menggandeng Yayasan Karya Bakti Nojorono (YKBN) sebagai mitra penyelenggara.

“Kita memang mencari dana support. Karena kita mengerti, di masa pandemi ini banyak Spa yang mulai sepi. Makanya kita cepat-cepat menggelar kegiatan uji kompetensi agar mereka ternaungi dan tidak putus asa,” jelasnya.

Kemudian, sertifikat yang akan diterima oleh para peserta ada macam-macam. Mulai dari sertifikat dasar hingga jenjang berikutnya. “Baik awam atau dokter seperti kami juga bisa ikut uji kompetensi ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan, dalam waktu dekat akan ada penyelenggaraan kongres Diploma Beauty Esthetic Cosmetology (CIDESCO) Internasional yang bertempat di Bali pada September mendatang.

“CIDESCO adalah program diploma kecantikan bertaraf dan berijazah internasional dan telah diakui di seluruh dunia. Dimana 56 negara akan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut secara online pada perhelatan CIDESCO atau sekolah kecantikan internasional tersebut,” ujar Lianywati Batihalim.

Sehingga pihaknya yang juga merupakan perwakilan dari CIDESCO turut melihat apakah standar di Kudus sudah sesuai standar internasional ataukah belum.

“Disitu akan ada pelatihan khusus kecantikan, spa, dan aromatika. Selain itu, CIDESCO juga mempunyai standar untuk terapisnya dan usahanya. Sehingga akan diakui di seluruh dunia,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.