Kepala BBPBAP Jepara Sugeng Raharjo mengatakan udang putih lokal ini memiliki keunggulan dibandingkan dengan jenis udang lainnya, yaitu Vanamae. Selain mudah didapatkan dan merupakan udang asli dari Indonesia, udang ini memiliki kekebalan dan ketahanan dari penyakit dibandingkan vaname. “Kami sudah menguji ketahanan udang ini, hasilnya memang lebih unggul dari vaname,” ujarnya.

Dikatakan Sugeng, selain itu, dari segi bentuk hampir sama dengan udang vaname, namun dari citra rasa daging udang lokal ini lebih nikmat. Hal inilah yang akan menjadi terobosan baru, untuk disosialisasikan kepada para petambak di Kabupaten Jepara maupun di Indoensia untuk membudidayakan jenis udang Marguensis ini. “Kami berharap, ini bisa dimulai dari Jepara kemudian di daerah lain di Indonesia,” imbuhnya.
Sementara itu, Staff Ahli Bupati Jepara Bambang Slamet Raharjo mengatakan, udang putih lokal bisa menjadi pemutus perkembangan penyakit udang secara umum. Pasar udang di Negara Jepang dan Amerika masih sangat terbuka luas. Untuk itu, ia berharap Jepara bisa menjadi raksasa produsen udang di beberapa negara di dunia. Saat ini ada sekitar 1.065 hektar tambak mulai dari wilayah Kedung sampai Donorojo. Pengembangan ini bisa menjadi primadona di Jepara “Ini akan menjadi angin segar bagi para pembudidaya udang di jepara, saya berharap BBPBAP untuk bisa memberikan pendidikan dan pendampingan kepada petani udang di Jepara,” ujarnya. (ZA)






