Kudus, isknews.com – Pelaksanaan Ujian Sekolah (US) di Kabupaten Kudus sudah menginjak pada hari ketiga. Sejauh ini, pelaksanaan US serentak baik sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP) dilaporkan berjalan dengan lancar.
Penerapan protokol kesehatan (prokes) di masing-masing sekolah juga dilakukan dengan tertib. Setiap sekolah terpantau menyiapkan handsanitazer dan termogun sebelum siswa memasuki ruangan.

Siswa juga diwajibkan selalu memakai masker selama di lingkungan sekolah. Bagi yang lupa membawa masker, pihak sekolah juga telah menyediakan masker agar penerapan prokes dilakukan dengan maksimal.
Adapun, Pelaksanaan Ujian Sekolah berdasar pada Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2021 tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta Pelaksanaan Ujian Sekolah dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.
Tiap-tiap sekolah diminta untuk menyusun POS Ujian SD tahun 2021/2022. Kemudian, sekolah juga dilimpahkan untuk membentuk tim penyusun soal ujian sekolah dan menyusun sendiri naskah sekolah dengan menggunakan pedoman kisi-kisi naskah soal ujian dasar yang telah disediakan.
“Untuk pengawas juga diperbolehkan dari pengawas sendiri dan boleh pengawas silang dari sekolah lain,” ujar Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Harjuna Widada, Rabu (20/04/2022).
Ketentuan berapa jumlah pengawas yang ditunjuk untuk ujian sekolah tahun ini juga tidak diatur secara spesifik. Secara umum, sekolah diminta untuk menyediakan dua pengawas untuk setiap ruangan.
“Tidak ada ketentuan khusus, biasanya 1 ruang untuk 2 orang,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SDN 5 Cendono, Samadi, menyebut, pelaksanaan ujian sekolah untuk tahun ini pihaknya memberdayakan guru sendiri untuk menjadi pengawas. Keputusan ini dipilih dengan alasan lebih efektif dan mengurangi mobilitas dari pihak luar.
“Baru tahun ini kita pakai pengawas sendiri, tahun-tahun sebelumnya kita selalu pengawas silang. Dari aturan juga tidak dianjurkan untuk melaksanakan pengawasan silamb, maka kita siasati dengan memberdayakan guru sendiri,” terangnya.
Adapun jumlah siswa yang ikut pada ujian sekolah tahun ini, lanjut Samadi, ada 27 siswa. Jumlah tersebut dibagi ke dalam dua ruang. Dengan pertimbangan untuk menjaga jarak satu sama lain dan kondusifitas saat mengerjakaan soal ujian di dalam kelas.
“Setiap ruang ada 2 pengawas, jadi tiap hari ada 4 pengawas yang bertugas yang terbagi ke dalam 2 ruang ujian,” katanya.
Kemudian, untuk penerapan prokes di SD 5 Cendono sendiri, Samadi mengaku telah mentaati aturan prokes dari pemerintah, bahkan sebelum ujian sekolah ini berlangsung.
Pihaknya telah menyediakan meja khusus untuk pengecekan suhu tubuh siswa, tepat setelah siswa masuk dari pintu gerbang utama. Di atas meja tersebut juga disiapkan handsanitazer untuk menjaga kebersihan siswa.
“Kalau pemakaian masker tentunya wajib. Bagi siswa yang lupa pakai masker juga kita sediakan. Jadi tidak ada alasan untuk tidak pakai masker,” ucapnya.
Pihaknya berharap, pelaksanaan ujian sekolah tahun ini bisa berjalan dengan lancar hingga hari terakhir pada 28 Maret 2022 mendatang. Samadi juga telah mewanti-wanti agar setiap siswa untuk menjaga kesehatan agar bisa ikut ujian hingga akhir. Pihaknya juga menegaskan, setiap siswa tidak diijinkan untuk membolos dengan alasan apapun.
“Kecuali sakit ya karena kita tidak bisa memaksa untuk kondisi tersebut. Tapi untuk alasan lainnya kami haruskan untuk masuk,” tukasnya. (MY/YM)






