Upaya Cegah Stanting, RS Aisyiyah Distribusikan Pangan Keperluan Medis Khusus Gratis

oleh -932 kali dibaca
Foto : Ilustrasi pemberian makanan khusus medis oleh seorang perawat rumah sakit (YM)

Kudus, isknews.com – Rumah Sakit Asisyiyah Kudus ditunjuk oleh Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Stunting untuk mendistribusikan Pangan Keperluan Medis Khusus (PKMK) secara gratis dalam upaya pencegahan stanting di Kudus.

Penunjukan oleh DKK tersebut dikarenakan RS Aisyiyah dinilai telah memiliki dokter spesialis anak dan dokter gizi sehingga dinilai layak untuk bekerjasama dengan pemerintah dalam upaya mengentaskan stunting di Kota Kretek.

Menurut Direktur RS Aisyiyah Kudus, dr. Indah Rosiana, menyampaikan bahwa pemberian PKMK di rumah sakitnya telah pihaknya lakukan. Paket PKMK yang diberikan berupa telur dan susu UHT selama kurun waktu 90 hari.

“Bantuan per paket untuk 10 anak yang dirujuk ke rumah sakit itu total nilainya sekitar Rp 6.300.000,” terangnya.

Terpisah, Kepala DKK Kudus, dr. Andini Aridewi, menjelaskan bahwa PKMK akan didistribusikan di rumah sakit yang memiliki dokter spesialis anak dan dokter gizi. Ada tujuh rumah sakit di Kudus yang dinilai memiliki infrastruktur SDM yang mumpuni.

“Rumah sakit sudah siap, termasuk pelatihan tenaga medis terkait pendampingan. Setiap rumah sakit ini memiliki peran penting dalam memastikan distribusi PKMK berjalan dengan lancar dan tepat sasaran,” ujar Andini.

Ketujuh Rumah sakit itu diantaranya adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Loekmono Hadi, RS Mardi Rahayu, Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus, RS Aisyiyah Kudus, RS Sarkies Aisyiyah Kudus, RS Kumala Siwi dan RS Nurussyifa.

“PKMK merupakan pangan khusus yang diformulasikan untuk memenuhi kebutuhan gizi medis khusus, yang sangat penting dalam program pengentasan stunting. Kami (DKK) sudah menyiapkan 1.624 paket,” ungkapnya.

Sedangkan untuk sasaran PKMK, didistribusikan di tujuh rumah sakit yang ada dokter spesialis anak dan dokter gizi.

“Itu tujuannya bila mana ada temuan stunting di posyandu, pustu, puskesmas langsung bisa dirujuk di situ,” ujarnya.

Selain itu, dr. Andini juga menekankan kesiapan rumah sakit dalam menangani kasus stunting dan pentingnya pelatihan tenaga medis untuk pendampingan.

“Manfaat yang diharapkan dari program ini adalah peningkatan kesehatan dan kualitas hidup anak-anak di Kota Kudus, serta penurunan angka stunting secara signifikan di Kabupaten Kudus,” katanya.

Selain itu dalam program ini juga bertujuan memastikan anak-anak yang teridentifikasi stunting mendapatkan penanganan gizi yang tepat, penanganan gizi yang tepat.

“Serta memberikan akses yang lebih mudah kepada keluarga untuk mendapatkan bantuan gizi medis,” jelasnya.

Selain PKMK yang khusus untuk anak stunting, DKK Kudus juga memiliki program penanganan balita dengan masalah gizi lainnya. Salah satu program tersebut adalah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal, berupa makanan pendamping untuk semua sasaran balita di posyandu.

“Kunci pengentasan stunting itu (makanan) tinggi protein hewani dengan menekankan pentingnya asupan protein hewani dalam diet anak-anak,” tuturnya.

Program distribusi PKMK yang dijalankan oleh DKK Kudus dengan menggandeng tujuh rumah sakit merupakan langkah konkret dalam mengentaskan stunting di Kota Kretek. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan anak-anak yang teridentifikasi stunting dapat segera mendapatkan penanganan gizi yang tepat.

“Selain itu, program tambahan seperti PMT Lokal juga diharapkan dapat mendukung peningkatan gizi balita secara keseluruhan. Masyarakat diharapkan turut mendukung program ini demi masa depan yang lebih sehat dan cerah bagi generasi mendatang,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.