Peringati Hari Tuberkulosis Dunia, MSI dan BEM UMKU Kenalkan Fakta dan Langkah Sembuh TBC

oleh -1,415 kali dibaca
Suasana seminar nasional dan skrining kesehatan dengan tema “TBC Bisa Sembuh? Yuk Kenali Fakta dan Langkah Menuju Kesembuhan.” yang digelar oleh Mentari Sehat Indonesia dan UMKU di aula Kampus II UMKU, Senin (04/03/2024) (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Mentari Sehat Indonesia (MSI) Kabupaten Kudus, organisasi non pemerintah yang bergerak membantu pemerintah dalam upaya ikut serta dalam penanggulangan penyakit menular utamanya TB (Tuberkulosis) di wilayah Kabupaten Kudus. Menyelenggarakan seminar nasional dan skrining kesehatan dengan tema “TBC Bisa Sembuh? Yuk Kenali Fakta dan Langkah Menuju Kesembuhan.”

Seminar yang digelar di Kampus II Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) Prambatan Lor, Kaliwungu Kudus dengan sasaran mahasiswa dan umum ini dimaksudkan dalam rangka memperingati Hari TB (Tuberkulosis) yang jatuh pada 24 Maret 2024 mendatang, Senin (04/03/2024).

Sejumlah narasumber yang menjadi pembicara dalam seminar ini yakni, dr Amirati Dwishinta Widiasari dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dan Sukarmin dari Dosen Kesehatan serta wakil rektor UMKU bidang kemahasiswaan Rizka Himawan, S. Psi, M. Psi.

Manager Kasus MSI Kabupaten Kudus, Ahmad Sofyan menyampaikan bahwa penyelenggaran seminar dan skrining kesehatan kali ini ditujukan untuk memberikan edukasi kepad mahasiswa terkait penyakit TBC dan cara penyembuhannya.

Ia menekankan bahwa penyakit TBC bisa disembuhkan dan orang yang terkena TBC tidak sepatutnya diasingkan. Pasien TBC justru perlu disupport agar mereka semangat untuk sembuh, sebab proses pengobatan minimal enam bulan.

“Kalau kita selaku komunitas melakukan skrining dan investigasi kontak ke rumah-rumah untuk melakukan pengecekan dahak yang berbasis pasien. Jadi serumah akan dimintas suspek untuk pengecekan dahak untuk pencegahan,” katanya.

Pihaknya menyebut, kasus pasien TBC yang ditemukan awal tahun ini ada sebanyak 212 pasien untuk TBC sensitif obat (SO) yakni TBC yang biasanya menyerang paru-paru, namun bisa juga menyerang organ tubuh lain terhitung mulai Januari hingga Februari 2024. Hal ini menjadi perhatian MSI Kudus agar kasus serupa tidak semakin bertambah.

“Kita juga bersinergi dengan DKK dengan baik, kita punya pasien support di RSUD Kudus dan sejumlah puskesmas yang akan mendampingi pasien TBC,” tambahnya.

Sementara itu, Presiden BEM UMKU, M Nico Bagus menuturkan bahwa peserta yang ikut dalam seminar kali ini tidak hanya dari mahasiswa kesehatan, tetapi adapula dari jurusan lainnya seperti ekonomi dan hukum.

Sehingga, pengetahuan mengenai penyakit TBC juga penting agar mereka bisa mencegah secara dini dan ikut andil dalam upaya menekan penyebaran kasus TBC. Apalagi tidak sedikit dari kaum muda yang menjadi perokok aktif.

“Kudus ini kan salah satu termasuk populasi yang banyak perokok, jadi ini merupakan suatu isu dan keresahan sendiri bagi kita dan BEM UMKU juga sudah membicarakan terkait lingkungan,” katanya.

Dirinya pun berharap, dengan adanya seminar dan skrining kesehatan dari MSI Kudus ini, mahasisw bisa semakin sadar dan paham bagaimana langkah untuk mencegah serta menangani penyakit TBC yang ada di sekitar mereka. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.